TANTRUM - Keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023 akan mengusung tema "ASEAN Matters: Epicentrum of Growth". ndonesia menginginkan agar ASEAN tetap penting dan relevant to make ASEAN matters.
"Penting dan relevan ke dalam bagi rakyatnya, penting dan relevan keluar bagi kawasan Indo Pasifik dan dunia. Dengan dasar pemikiran inilah maka keketuaan Indonesia akan mengambil tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Mengenai logo keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023, Retno menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menyampaikan tentang logo itu pada saat serah terima keketuaan ASEAN dari Kamboja ke Indonesia.
Dia mengatakan logo yang dipilih menggambarkan langit, gunung, laut, dan bumi serta Burung Maleo sebagai salah satu kekayaan fauna Indonesia.
"Langit merupakan visualisasi dari merangkul dan mengayomi. Gunung dan bumi merupakan visualisasi dari kekokohan dan kestabilan. Gunung juga disimbolkan sebagai arah pertumbuhan yang optimis," ujarnya.
Pemilihan gambar bentuk gunung untuk melambangkan sifat sedang bertumbuh mengarah ke atas. "Sebagai representasi arah, visualisasi tersebut memiliki arti membawa keseluruhan ASEAN bertumbuh ke arah yang lebih baik," jelasnya.
Sementara pemilihan gambar lautan, kata Retno, secara konseptual merupakan penghubung dan pemersatu setiap pulau antar negara dalam kawasan ASEAN.
simbol fauna dengan profil Burung Maleo merupakan representasi kekayaan hayati nusantara karena Maleo merupakan burung khas endemik Sulawesi Indonesia.
Bentuk keseluruhan simbol logo tersebut sangat dinamis, responsif, adaptif untuk merespon segala perubahan yang terjadi secara internal maupun eksternal, kata dia.
Baca Juga: Indonesia Ingin Jadi Pusat Investasi Ekonomi Biru
ASEAN memiliki tiga pilar kerja sama, yaitu pilar politik keamanan, pilar ekonomi, dan pilar sosial budaya.
Selama keketuaan, penanganan pilar politik dan keamanan akan dikoordinir oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan dan Menteri Luar Negeri . Pilar ekonomi akan dikoordinir oleh Menteri Koordinator Perekonomian dan pilar sosial budaya oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Sementara sebagai koordinator secara umum melalui Sekretariat Nasional ASEAN akan dipegang oleh menteri luar negeri.
"Guna memaksimalkan penggunaan gedung Sekretariat ASEAN maka sebagian besar pertemuan di tingkat teknis akan diadakan di Sekretariat ASEAN Jakarta," kata Retno.
Menurut Retno, gedung Sekretariat ASEAN yang baru memiliki ruang-ruang pertemuan yang memadai dan sangat layak digunakan untuk pertemuan-pertemuan ASEAN.
"Karena itu kalau kita ingat ASEAN Leaders Meeting bulan April 2021 dilakukan di Sekretariat ASEAN, demikian juga dengan pertemuan khusus para Menteri Luar Negeri yang dilakukan 27 Oktober juga dilakukan di Sekretariat ASEAN," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Justin Bieber Kantongi Rp171,4 Miliar di Coachella 2026, Bagaimana dengan BIGBANG?
-
Polemik Mobil Dinas Wali Kota Samarinda: Cacat Kontrak, Pemkot Audit Internal
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Jazz Goes To Campus 2026 Hadir di TIM, Gandeng Erwin Gutawa hingga Tohpati
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
Misi Tiga Poin di Markas City: Mikel Arteta Tolak Strategi 'Parkir Bus'!
-
Netizen Shock Harga Bensin Mendadak Naik, Dulu Rp1,4 Juta Kini Rp2,3 Juta
-
Minta Warga Panipahan yang Aksi Serahkan Diri, Polda Riau Akhirnya Klarifikasi
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Ni Luh Djelantik Sentil Keras I Wayan Koster, Kritik Gubernur Bali Minim Empati