TANTRUM - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dengan PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk mendatangani nota kesepahaman.
Nota kesepahaman ini, mendorong UMKM masuk dalam program pengembangan rantai pasok komoditas bahan baku jamu.
Dalam kerja sama ini kegiatan yang akan dilakukan adalah kordinasi pembinaan dan pengembangan usaha mikro melalui pelatihan, bimbingan, pendampingan, serta dukungan terhadap fasilitas proses produksi pascapanen hingga distribusi pemasaran.
Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Yulius sebagai implementasi dari nota kesepahaman, pada 2023 akan dikembangkan proyek percontohan kemitraan bahan bahan baku jamu di dua lokasi, yaitu Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Bondowoso.
Kabupaten Pemalang, lanjutnya, akan dikembangkan jahe, kencur, kapulaga, dan sereh, di atas lahan 14 hektare yang melibatkan sekitar 70 petani melalui kerja sama dengan Koperasi Nafi Berkah Jaya.
Sedangkan di Kabupaten Bondowoso akan dikembangkan jahe dan kunyit dengan lahan 50-70 hektare yang melibatkan sekitar 100 orang petani di bawah koperasi produsen Agro Farm Bondowoso.
MenkopUKM Teten Masduki menuturkan, kemitraan rantai pasok bagi pelaku usaha mikro dapat meningkatkan produktivitas, transfer teknologi dan pengetahuan, kepastian pasar dengan harga jual stabil, hingga adanya nilai tambah produk.
"Sedangkan bagi pelaku usaha menengah dan usaha besar, kemitraan rantai pasok memberi manfaat bagi usaha, berupa optimalisasi efisiensi biaya, kepastian pasokan bahan baku, menjaga kepuasan pelanggan, hingga peningkatan keuntungan,” ujar Teten.
Teten berpesan kepada pelaku usaha mikro yang terlibat dalam program kemitraan agar optimal menjaga standar kualitas produk, meningkatkan produktivitas, maupun mengoptimalkan penguasaan teknologi dan inovasi produk.
Baca Juga: Misteri Potongan Jari Manusia di Dalam Sayur Lodeh, Jari Telunjuk atau Kelingking?
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengharapkan, sinergi tersebut dapat membantu petani agar hasil panen jauh lebih baik dan melanjutkan pengolahan pascapanen yang berbasis argoindustri dalam naungan koperasi.
“Kami berharap kerja sama ini dapat membantu para petani untuk menghasilkan bahan-bahan jamu yang lebih baik sekaligus mendistribusikan kepada Sido Muncul guna memotong rantai pasok agar lebih efisien,” ujar Irwan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran
-
Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami
-
3 Smartwatch Anak dengan GPS Tracker, Bisa Telepon dan Pantau Lokasi Si Kecil
-
Daftar Harga HP realme Agustus 2026, Baterai Jumbo Ramah di Kantong
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
-
Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak
-
Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari
-
Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD
-
2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz
-
Perbedaan Shio Tikus Elemen Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Begini Karakternya