/
Kamis, 02 Februari 2023 | 16:17 WIB
Groundbreaking pabrik PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Karawang, Jawa Barat (Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan)

TANTRUM - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian  menghadirkan SMK Pusat Keunggulan Elektrifikasi Industri Otomotif di wilayah Jawa.

Pendidikan vokasi ini berlokasi di SMK-SMTI Yogyakarta selaku unit pendidikan vokasi milik Kemenperin dengan menggandeng PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

"Guna mencetak SDM industri terampil, khususnya bidang teknologi digital atau industri 4.0, Kemenperin aktif menggandeng sejumlah perusahaan manufaktur," kata Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan di Jakarta, Kamis.

Kementerian Perindustrian konsisten berperan dalam pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik di Tanah Air.

Salah satu langkah yang diakselerasi adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan inovasi bagi industri tersebut.

Ia mengatakan, untuk mendukung penciptaan tenaga kerja industri yang berkualitas, Kemenperin menyelenggarakan pendidikan vokasi di sembilan unit SMK, 13 politeknik dan akademi komunitas, serta tujuh Balai Diklat Industri yang tersebar dari Aceh hingga Morowali. Kurikulum pendidikan dan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan industri serta mengikuti era industri 4.0.

Dalam program tersebut, dipilih 10 SMK percontohan sebagai pusat vokasi edukasi elektrifikasi industri otomotif yang masing-masing diberikan 10 unit komputer tablet oleh PT TMMIN sebagai augmented reality device.

Ia menegaskan, materi teknologi elektrifikasi yang diakses pada media pembelajaran ini dibuat lebih atraktif dalam bentuk animasi teknologi kendaraan elektrifikasi lengkap, di antaranya dasar pengetahuan mengenai teknologi multi-pathway. Dan pembahasan elemen-elemen utama kendaraan elektrifikasi seperti mesin, transaxle, baterai, power control unit (PCU), dan juga electric motor. 

Direktur Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam mengatakan, pihaknya merupakan perusahaan manufaktur global yang sudah hadir di Indonesia selama lebih dari 50 tahun. Produk yang dibuat di Indonesia telah diekspor ke lebih dari 80 negara.

Baca Juga: 1 dari 3 Anak Indonesia Alami Anemia, Ini yang Perlu Dilakukan Agar Perkembangan Si Kecil Tak Terhambat

"Kami terus memberikan dukungan nyata kepada pemerintah, dengan memperkuat kompetensi SDM Vokasi sebagai center of excellence yang menjadi elemen penting menjawab tantangan ekonomi dan industri, khususnya ketika memasuki era elektrifikasi," ujarnya.

Load More