TANTRUM - Pesawat N212i buatan Indonesia ditawarkan kepada Menteri Keamanan Nasional Jamaika Horace Chang di sela-sela acara Diplomatic Week 2023 di Kingston, Jamaika.
Pesawat N212i merupakan pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia yang dapat mengangkut penumpang sebanyak 28 orang dan dapat dimanfaatkan untuk mengangkut kargo, evakuasi pasien maupun pengawasan maritim.
"Pesawat N212i ini cocok sekali dengan kondisi geografis Jamaika yang dikelilingi perairan," ujar Duta Besar RI untuk Jamaika Nana Yuliana.
Nana menyampaikan bahwa pesawat tipe itu dapat membantu memperkuat armada Angkatan Udara Jamaika untuk melakukan patroli maritim apalagi secara geografis Jamaika merupakan wilayah kelompok pulau-pulau besar di laut Karibia.
“Jenis pesawat N212i telah terjual sebanyak 120 unit terutama untuk Kawasan Asia”, ujar Nana.
Menurut Nana, belum ada negara di kawasan Amerika Latin yang membeli pesawat tersebut. Namun, pasar untuk pesawat ini dinilai masih terbuka luas karena Amerika Latin, khususnya di sekitar Laut Karibia terdiri atas negara kepulauan.
Nana juga menyampaikan pentingnya kerja sama di bidang kepolisian antara Indonesia dan Jamaika, yang saat ini tengah merampungkan draft MoU Kepolisian.
"Geostrategi Jamaika telah dimanfaatkan oleh organisasi kejahatan internasional sebagai perlintasan kargo ilegal, termasuk narkoba dari Amerika Selatan utamanya," ujarnya.
Sementara itu, Chang mengatakan bahwa dia akan berkunjung ke Indonesia tahun ini untuk memperkuat kerja sama di bidang pertahanan.
Baca Juga: Bikin Heboh Se-Indonesia, Ini Tampang Tiga Hakim Penghukum KPU Untuk Tunda Pemilu 2024
Kerja sama tersebut, menurut Chang, sangat diperlukan apalagi Jamaika saat ini sedang bergelut dengan masalah penyelundupan obat. Negara berpenduduk sekitar 3 juta itu juga banyak menghadapi persoalan kekerasan dan pembunuhan.
Indonesia dan Jamaika telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1981. Hubungan antara kedua negara itu ditandai dengan berbagai kerja sama di bidang politik melalui Konsultasi Bilateral yang telah dilaksanakan dua kali.
Diplomatic Week diadakan setiap tahun oleh Kemlu Jamaika pada Februari sebagai upaya mereka menjangkau kalangan diplomatik. Acara tersebut diisi dengan berbagai paparan dari berbagai kementerian dan dibuka oleh Perdana Menteri Jamaika Andre Holness.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
Concealer untuk Mata Panda Warna Apa? Ini Tips Memilih dan 5 Rekomendasinya
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
-
Polisi Minta Pandangan Ahli Pidana Terkait Kasus Pembakaran Santri
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan