Ayah Gregorius Ronald Tannur yakni Edward Tannur meminta maaf dan mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya, Dini Sera Afrianti, perempuan yang dianiaya putranya sendiri.
Didampingi kuasa hukum dari putranya Lisa Rachmat di Surabaya, Jawa Timur, ia mengatakan juga tak menginginkan kejadian tersebut terjadi.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan penyesalan yang mendalam atas meninggalnya Dini Sera Afrianti,” ungkapnya.
Edward Tannur sebelumnya adalah anggota DPR yang dinonaktifkan dari keanggotaan Komisi IV DPR RI lantaran imbas dari kasus penganiayaan tersebut.
Untuk penyelesaian kasus tersebut, Edward hanya menyerahkan kepada proses hukum yang berjalan.
“Biarlah hukum yang berbicara, karena kejadian ini bukanlah rahasia lagi. Tapi sudah merupakan konsumsi publik,” jelasnya.
Iapun berharap kasus yang menimpa Ronald bisa diselesaikan dalam suasana kebersamaan dan kedamaian.
Pernyataan maaf dari Edward tersebut dikomentari netizen. Banyak yang menyindir pejabat itu bahwa permasalahan tak selesai dengan minta maaf.
"dikira semua selesai dgn minta maaf," tulis netizen di Instagram Lambeturah.
"Kalau semua masalah bisa diselesaikan dengan MINTA MAAF, untuk apa ada hukum dan polisi?" tulis netizen lain.
Untuk diketahui, tersangka Greogorius Ronald Tannur menganiaya kekasihnya sendiri hingga tewas. Korban dipukul dengan botol hingga dilindas mobil dan terseret sejauh 5 meter.
Belum diketahui pasti, alasan penganiayaan yang dilakukan Greogorius Ronald Tannur terhadap kekasihnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Anime Aksi SAKAMOTO DAYS Season 2 Umumkan Tayang Januari 2027 di Netflix
-
Bisakah Plastik Dibuat Lebih Mudah Terurai? Penelitian Baru Tawarkan Pendekatan Lewat Upcycling
-
Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli
-
Tragedi Nobar Piala Dunia 2026: Suporter Yordania Tewas Terinjak-injak
-
Menelusuri Kehidupan Sosial Batavia di Buku Jean Gelman Taylor
-
Ronaldo Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Pelatih Portugal Bantah Cristiano Tengah Kejar Rekor Messi
-
Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief