/
Minggu, 11 September 2022 | 09:05 WIB
Ilustrasi wajah mendiang Brigadir J dan tersangka pembunuhan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. (Instagram @kadivpropam)

Kemungkinan cerita itu disampaikan sebagai bentuk perlawanan istri Ferdy Sambo pada perlakuan tak senonoh Brigadir J.

Setelah sengaja menyenggol keranjang tumpukan pakaian yang sudah disetrika, Putri Candrawathi masih berontak atas tindakan Brigadir J dengan cara menendangkan kakinya ke pintu kaca.

Akan tetapi, usaha Putri ini seolah sia-sia lantaran di sana tidak ada orang yang mendengar.

"Setelah posisi saya (diduda pengakuan istri Ferdy Sambo) berada di depan pintu kaca, saya tidak melihat ada orang di sekitar tangga,” tuturnya Putri.

Setelah itu, Putri Candrawathi mengaku tubuhnya dihempaskan oleh Brigadir J hingga terjatuh di depan pintu kamar mandi.

Posisi jatuh istri Ferdy Sambo ini posisinya berhadapan dengan pintu kaca dan berada di depan pintu kamar.

"Saya terjatuh saat itu. Terduduk menyandar ke keranjang pakaian kotor dengan posisi kaki lurus,” cerita istri Ferdy Sambo.

Nah, akan tetapi cerita Putri Candrawathi ini berbeda dengan apa yang diungkap saksi yang ada di sana, Susi.

Susi dalam keterangannya mengaku melihat Brigadir J masuk ke kamar Putri. 

Baca Juga: Tes IQ Online: Hanya 1 dari 5 Orang dengan Kecerdasan Intelektual Tinggi yang Dapat Memecahkan Teka-teki Ini

Tak lama dari sana, Susi kemudian mendengar suara mendesah.

"Artinya, itu (keterangan Putri) bisa terbantahkan,” terangnya Dipo Nusantara.

Dari sana Dipo menduga jika keterangan Putri tadi dijadikan acuan Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk menyimpulkan dan merekomendasi untuk mendalami dugaan kekerasan seksual.

"Kalau berdasar keterangan satu pihak saja, tentu belum bisa disimpulkan terjadi pelecehan,” kata politikus PKB tersebut.

Load More