SuaraTasikmalaya.id - Tentang apa yang melatarbelakangi pembunuhan sadis yang dialami Brigadir J, lambat laun mulai terungkap.
Ada kejadian luar biasa di dua lokasi kejadian, yakni Saguling dan Duren Tiga, Jakarta Selatan yang diungkap saksi sekaligus tersangka Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR.
Bripka RR adalah ajudan paling senior yang menjadi pengawal Ferdy Sambo saat menjadi Kadiv Propam Polri.
Dia sama sekali tidak menyangka jika jalan kariernya sebagai anggota Polri kandas hanya dalam hitungan jam.
Mimpinya hancur berantakan. Jaringan relasi di kepolisiannya seketika terputus.
Tak ada lagi mimpi indah yang akan dia bangun dengan balutan seragam polisi.
Apalagi jika hakim dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J ini memvonis dirinya dengan hukuman maksimal, yakni hukuman mati.
Saat ini adalah kesempatan besar bagi Bripka RR untuk membantu dewi keadilan menghakimi perbuatan jahat yang sedang terjadi.
Bripka RR mau tidak mau bisa dikatakan anggota Polri yang sial atau kena getahnya dari skenario jahat yang diduga disusun Ferdy Sambo.
Atau, jika benar Ferdy Sambo melakukan karena emosi sesaat, Bripa RR juga termasuk yang sial.
Baca Juga: Bocoran Ikatan Cinta: Geram! Jessica Lempar Elsa Jadi OB di Perusahaannya
Dia mungkin tak ingin melekat pada Ferdy Sambo, jika akhirnya ada keputusan sang jenderal yang harus mencabut rekan kerjanya di sesama anggota Polri.
Semua sudah terjadi. Bripka RR sudah ada dalam lingkaran dugaan perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Sabtu (24/9/2022).
Sejatinya Bripka RR sempat memiliki setitik nurani kemanusian saat mendapat perintah sesat dari Ferdy Sambo.
Ketika itu di Saguling, terang-terangan Bripka RR menolak perintah menembak Brigadir J.
Andai saat itu Bripka RR yang mengeksekusi mati Brigadir J, maka dia mati hati dan nuraninya.
Namun, Bripka RR memilih menerima perintah lain dari Ferdy Sambo. Bripka RR menjalankan perintah memanggil 'algojo' untuk mengeksekusi mati Brigadir J, yakni Bharada E.
Dan semua yang terjadi di Saguling hingga eksekusi mati di Duren Tiga, benar-benar jadi kesialan bagi Bripka RR.
Bharada E benar-benar menjalankan perintah dari Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
Pada sebuah wawancara di acara TVOne, pengacara Ricky Rizal atau Bripka RR, Erman Umar tegas mengatakan jika saat itu Bripka RR menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
Diakui Erman, sebelum yang lain, Bripka RR adalah orang pertama yang dipanggil atasannya.
Saat itu Ferdy Sambo menanyakan, apakah Bripka RR mengetahui kejadian di Magelang.
Ferdy Sambo mengatakan jika dari laporan Kuat Ma'ruf ada kasus pelecehan yang menimpa Putri Candrawathi istri Sambo.
Bukan itu saja, Putri Candrawathi juga disebut-sebut memberitahu pada Ferdy Sambo, jika dirinya dilecehkan Brigadir J.
Bripka RR lantas menjawab, dirinya tidak tahu jika di Magelang ada pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J pada istri Ferdy Sambo.
Kata Erman Umar, Bripka RR mengatakan pada atasannya, tidak mengetahui apa-apa yang terjadi antara Putri Candrawathi dan Brigadir J di Magelang.
"Dipanggil (Bripka RR), dia tanya," kata Erman
"Ada kejadian apa di Magelang? Kamu (Bripka RR) tahu enggak?" kata Erma menirukan pertanyaan Ferdy Sambo berdasar kesaksian Bripka RR.
"Enggak tahu," kata Erman menirukan jawaban Bripka RR saat ditanya Ferdy Sambo soal adanya pelecehan di Magelang.
"Ini Ibu dilecehkan," kata Erman mengatakan informasi Ferdy Sambo soal pelecehan pada Bripka RR.
Ketika itu, Ferdy Sambo dikatakan Bripka RR sambil marah dan menangis menanyakan soal pelecehan.
"Dan itu sambil nangis dan emosi," kata Erman saat ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta Jumat (9/9/2022).
Kemudian Bripka RR menjelaskan jika saat dirinya mendapat informasi Putri Candrawathi sakit langsung ke kamar, lantaran diperintah.
Saat hendak masuk kamar, Bripka RR hanya melihat istri Ferdy Sambo dari kejauhan antara jarak pintu ke tempat tidur.
Saat itu yang dilihat Bripka RR, Putri Candrawathi ada di dalam ruangan yang sama dengan mereka.
Bripka RR ketika itu melihat tidak ada tanda-tanda seperti telah terjadi pelecehan atau pemerkosaan sebagaimana yang diungkap Komnas Perempuan.
Setelah Ferdy Sambo mendengar penjelasan Bripka RR, lalu dia mengatakan jika istrinya dilecehkan Brigadir J.
Ketika itu, Ferdy Sambo langsung menanyakan kesiapan Bripka RR untuk menembak Brigadir J.
Saat itu, Bripka RR secara tegas menolak. Bripka RR mengaku tidak kuat mental. Bahkan Bripka RR merasa tidak memiliki nyali untuk menembak.
"Kamu berani nembak?" kata Erman menirukan pertanyaan Ferdy Sambo berdasar kesaksian Bripka RR.
"Nembak Yosua?" ucap Erman menirukan pertanyaan Bripka RR pada Ferdy Sambo.
"Dia bilang saya enggak berani pak. Saya enggak kuat mental, enggak berani, pak," kata Erman menirukan penjelasan Bripka RR saat menolak perintah Ferdy Sambo.
Setelah Bripka RR menolak perintah, Ferdy Sambo lantas memberi perintah kedua.
Ferdy Sambo memerintahkan Bripka RR memanggil memanggil Richard Eliezer atau Bharada E.
"Ya sudah kalau begitu kamu panggil Richard," kata Erman, menirukan perintah kedua Ferdy Sambo pada Bripka RR.
Setelah itu, semua berkumpul. Brioka RR rupanya melihat sepintas jika Ferdy Sambo sempat menangis sebelum melakukan pembunuhan kepada Brigadir J.
Namun, saat ditanya lebih lanjut, Bripka RR mengatakan dia tidak tahu apa yang menyebabkan Ferdy Sambo menangis.
"Saya melihat bapak (Ferdy Sambo) menangis. Enggak biasa begitu kan," katanta. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Kalkulasi Ferdy Sambo Lolos dari Hukuman Maksimal Pembunuhan Berencana, Celah Ini Bisa Jadi Kunci
-
Dari Sela-Sela Jendela Saksi S Menangis dan Terkejut Lihat Pria di Kamar PC, Suara Rintihan Istri FS pun Terdengar
-
Brigadir J Ternyata Dipaksa Masuk Kamar Istri Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf Marah Besar Lantaran Tertangkap Basah
-
Penasaran Kasus Jet Pribadi Brigjen Hendra Kurniawan Anak Buah Ferdy Sambo, Humas Polri: Tidak Perlu Melebar
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Di Balik Transaksi Jumbo Grup Bakrie Akumulasi Saham BIPI
-
IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya
-
Moisturizer Apa yang Cocok untuk Kulit Berjerawat? Ini 5 Pilihannya
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
Jadwal Semifinal Liga Champions 2025/2026: PSG vs Bayern Munich, Atletico Madrid Tantang Arsenal
-
Misi Cetak Karateka Dunia, Kejurnas ASKI 2026 Rombak Wasit hingga Tata Kelola
-
Bojan Hodak Bangga Beckham Putra Nugraha Raih Gelar Sarjana
-
Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura