SuaraTasikmalaya.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigir Prabowo membeberkan temuan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan setelah terjadi tragedi mematikan gas air mata yang ditembakkan polisi.
Seperti diketahui jika akhir laga Arema vs Persebaya berakhir dengan kerusuhan besar yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia.
Saat itu akhir dari pertandingan Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan ditutup dengan peristiwa yang berakhir mencekam.
Dikatakan polisi, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir dengan kemenangan tim Persebaya Surabaya.
Dipaparkan Kapolri, ada dua Aremania (nama suporter Arema) turun ke lapangan bertujuan berfoto dengan satu pemain Arema.
Kemudian ada upaya petugas melarang seorang Aremania tersebut lantaran khawatir memancing tindakan sama dari suporter lain.
Akan tetapi kedua orang tersebut terus memaksa masuk. Saat dilihat, ternyata mereka tidak berfoto.
Dan benar saja apa yang ditakutkan polisi terjadi. Tak berselang lama Aremania yang lain ikut turun ke lapangan.
Di sana kemudian terjadi kericuhan dengan petugas pengamanan pertandingan, baku pukul hingga saling kejar menjadi pemandangan sebelum tragedi mematikan tiba.
Polisi melihat jika kondisi semakin memanas dan tak bisa dikendalikan lagi. Hal itulah yang menjadi alasan polisi menembakan gas air mata.
Namun, entah siapa yang memberi komando saat, gas air mata malah ditembakkan ke tribun penonton yang penuh sesak dengan akses beberapa pintu masuk dan keluar dikunci.
Anak-anak, wanita, ibu-ibu, orang tua yang awalnya ingin mendapat hiburan dengan menonton laga tersebut, justru berakhir dengan tontonan mematikan yang tidak akan pernah mereka bayangkan.
Apa yang dilakukan polisi membuat Aremania di satu stadion itu panik. Semua ingin menyelamatkan diri.
Mereka yang mengantri keluar tribun secara tertib berubah panik. Semua memiliki pemikiran sama, menyelamatkan diri.
Satu sama lain sesama Aremania terjadi saling dorong dan berdesak-desakan.
Berita Terkait
-
Dunia Soroti Tragedi Kanjuruhan, Mulai dari Legenda Sepak Bola Pele hingga Paus Fransiskus
-
Tragedi Mematikan Kanjuruhan Menggetarkan Bayern Munich, Fans Bentangkan Spanduk 'Ratusan Orang Dibunuh Polisi'
-
Stadion Kanjuruhan Jadi Neraka di Tangan Aparat, Sulastri hanya Pasrah Saat Gas Air Mata Melumpuhkanya, Suami Korbankan Nyawa demi Cucu
-
TERUNGKAP Tragedi Mematikan di Kajuruhan, Polisi Bongkar Adanya Pengaturan Jadwal, Berikut Data Korban Meninggal Versi Dinkes Jatim
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Kalau Semua Orang Mau Naik Transum, Mungkin Kota Kita Tak Semacet Sekarang?
-
Surga Tersembunyi di Jalur Pantura Situbondo:Catatan Perjalanan ke Utama Raya Beach
-
Kumpulan Ide Lomba Agustusan Anak TK yang Mudah dan Seru, Bikin Murid-Murid Antusias
-
Masih Enggan Naik Transportasi Umum? Sudah Saatnya Mengubah Cara Pandang
-
Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman
-
Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel