SuaraTasikmalaya.id – Netizen kembali ramai dengan omongan tentang agama Islam yang disampaikan Menteri Agama (menag) Gus Yaqut Cholil Qoumas.
Anak buah Joko Widodo alias Jokowi ini lagi-lagi menyampaikan omongan yang dinilai netizen berpolemik.
Ucapan Menag Gus Yaqut yang tuai pro dan kontra di media sosial adalah ketika Gus Yaqut menjelaskan kepada Deddy Corbuzier bahwa Islam datang ke Indonesia dari Arab.
Dengan kondisi tersebut, Gus Yaqut mengatakan pemeluk Agama Islam harus menghargai budaya yang ada di Indonesia.
"Agama Islam ini kan bukan dari Indonesia,” kata Gus Yaqut di Podcast Deddy Corbuzier seperti dilihat pada Minggu (30/10/2022).
Gus Yaqut menjelaskan jika agama Islam berasal dari Arab, lalu masuk ke Indonesia.
“Islam dari tanah Arab masuk ke Indonesia,” kata Gus Yaqut menjelaskan.
Dengan fakta sejarah seperti itu, Gus Yaqut kemudian mengatakan jika Islam harus mengharagi budaya setempat.
“Maka (pemeluk) Islam ini harus menghargai budaya yang ada di Indonesia," kata Gus Yaqut.
Satu di antara contoh yang dibeberkan Gus Yaqut adalah budaya Indonesia misalnya adalah seperti menyambangi orang lain yang sedang kesusahan.
Di sana Islam tidak harus menanyakan agamannya dahulu, kemudian mau membantu atau tidak.
Gus Yaqut mengatakan, kemudian tidak harus bertanya agamanya apa dan sebagainya untuk kemudian membantu yang kesusahan.
Dijelaskan Gus Yaqut, buadaya yang ada di Indonesia itu satu di antaranya adalah saling menghormati.
"Budaya di Indonesia tuh seperti apa? Saling menghormati, saling menyambangi ketika ada orang lain kesusahan dia tidak perlu bertanya agamamu apa untuk membantu,” katanya.
Untuk memberikan keselamatan pada sesame kata dia tidak harus bertanya soal agama terlebih dahulu.
“Mau bantu ya bantu aja. Ketika orang seneng mau ngasih selamat juga ngak harus nanya agamamu apa," kata Yaqut.
Rupanya, omongan Gus Yaqut ini ramai diperbincangkan publik dan trending di Twitter dalam beberapa hari terakhir ini.
Banyak media sosial mengunggah potongan video Gus Yaqut tentang agama Islam harus menghormati budaya di Indonesia.
Ucaoa Menag Gus Yaqut 'Islam dari tanah Arab' kemudian menjadi pro kontra.
Netizen mengatakan nika contoh yang diungkap Gus Yaqut tidak ada kaitannya dengan agama.
Netizen menilai untuk menolong orang kesusahan, bukan dari agama melainkan kepekaan antar sesama.
Mereka menilai apa yang dicontohkan Gus Yaqut tentang menolong adalah budaya, sangat keliru.
Rasa kemanusian yang dimiliki setiap manusia dinilai adalah Bahasa universal dimana agama tidak masuk di dalamnya.
“Adeh, mentri aneh, nolong manusia kesusahan dari dulu juga Bahasa hati, bukan agama. Lu sentiment si qut ke islam dan arab,” kata netizen di kolom komentar @opposite6892.
"Agama Islam ini bukan dari Indonesia jadi hrs menghargai budaya yg ada di Indonesia. (Menag RI Yaqut Cholil Qaumas) Jadi Agama (Islam) itu hrs menyesuaikan dg budaya setempat? Jika di suatu daerah ada budaya judi, mabok, lacur dan sejenisnya hrs dihargai budaya itu?" tanya akun @NenkMonica seraya mengkritik.
"Menag (Gus Yaqut) lulusan apa ini bicara tentang agama super ngawur," tulis salah satu netizen.
"Inilah jadinya klo sebuah jabatan diserahkan kepada yg bukan di bidangnya, kacau balau," kritik lainnya.
"Sebelum dia ngomong ud ada jawaban nya di dlm Al-Qur’an," tulis netizen sembari menautkan gambar ayat Alquran, Al-Baqarah ayat 170 yang berbunyi: Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.” Mereka menjawab, “(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya).” Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk.
Sementara itu, netizen mengingatkan jika agama adalah bahasa universal tidak bisa ditabrakan dengan budaya manapun yang ada di belahan dunia.
"Dulu nasrani besar dengan bahasa jasihnya, budaya yang dihabisi nasrani adalah budaya perbudakan, Hindu juga sama. memilki ajara yg luar biasa bagus dan menghabisi budaya negatif, budha pun demikian, budaya jahat dan korup bisa dihajar. termasuk islam. Budaya penguasan tukang kwin dibatasi, budya perbudaakan dihajar juga sama islam, budada jahiliyah dibabad juga," kata netizen. (*)
Berita Terkait
-
Yaqut Cholil Qoumas Raih Nawacita Awards 2022
-
Ternyata Bukan Luhut, Gus Yaqut Ungkap Sosok Ini lah yang Jadi Menteri Kesayangan Presiden
-
Bukan Luhut, Gus Yaqut Bongkar Menteri Kesayangan Presiden: Insya Allah Jadi Wapres
-
Majelis Taklim Konversi Diniyah Dukung Kegiatan Pekanan KUA Arcamanik
-
Pesan Gus Yaqut ke Ansor dan Banser: Tiap Ada Gangguan Kepada Bangsa, Lawan!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen
-
Bobby Nasution Mediasi Masalah Lahan SMAN 5 Pematangsiantar
-
Bek Iran Siap Mati Demi Negara, FIFA Pastikan Team Melli Tampil di Piala Dunia 2026
-
Skandal Baru First Travel, Oknum Jaksa Diduga Nekat Jual Aset Rumah Barang Bukti Jemaah
-
Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga
-
Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!
-
Picu Kontroversi, Alasan di Balik Unggahan Foto Donald Trump Bergaya Mirip Yesus
-
Film Salmokji: Whispering Water Lagi Viral, Intip Sinopsis dan Jajaran Pemainnya
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan