Dedi Mulyadi pun menanyakan sudah berapa lama PSK tersebut menjual dirinya di Purwakarta.
Di luar dugaan sang PSK mengaku sudah 7 tahun lamanya menjual diri, yang setiap malamnya selalu berkeliling malam-malam.
Mengetahui cerita miris yang diungkap PSK, Dedi Mulyadi langsung berbicara hal konkrit untuk bertransaksi.
Awalnya Dedi Mulyadi mengarahkan sang PSK untuk melayani kameramennya. "Sama yang ini mau?" kata Dedi Mulyadi menunjuk kameramen.
PSK tersebut langsung menjawab mau, sambil menyebutkan harga Rp150 ribu sekali main.
Dedi Mulyadi lantas menunjuk pria yang saat itu jadi supir, akan tetapi ditolak sang PSK.
"Sama ini mau juga?" tanya Dedi Mulyadi pada PSK.
"Gak mau, gendut. Suka sakit sama perutnya," kata si PSK menjawab permintaan Dedi Mulyadi.
Mendengar PSK tersebut menolak, Dedi Mulyadi lantas ketawa sambil mengusap perut gendut rekannya yang sedang memegang setir mobil.
Dedi Mulyadi lantas meminta rekannya turun dan menghampiri wanita PSK tersebut.
Di sana Dedi Mulyadi kembali menanyakan apakan PSK tersebut mau melayani temannya yang gendut.
"Sok, Rp400 ribu lah mau," kata PSK tersebut menjawab pertanyaan Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi sambil ketawa mempertanyakan kenapa harganya beda dengan yang kameramen.
"Yang itu (kameramen) ganteng. Jadi Rp150 ribu aja," kata si PSK.
Mendengar itu lagi-lagi Dedi Mulyadi dibuat tertawa. Setelah itu Dedi Mulyadi menawarkan tawaran menggiurkan.
PSK tersebut akan dikontrak 10 malam dengan uang dibayar di depan, asal PSK tersebut tidak melayani pria lain.
Selain itu, PSK tersebut juga harus menjadikan uang yang dibayarkan di depan untuk 10 malam sebagai modal jualan atau usaha lain.
PSK tersebut mengamini dan mau dikontrak 10 malam. Setelah itu Dedi Mulyadi memberikan segepok uang pada PSK tersebut.
Dedi Mulyadi juga mewanti-wanti jika dirinya sudah mengontrak, dan tidak boleh bohong.
PSK tersebut berencana akan menggunakan uang dari Kang Dedi Mulyadi untuk modal jauala sayur.
"Jual sayur asem, kangkung, tahu, tempe, sama daging," kata si PSK.
"Cukup uang segitu jadi modal?" kata Dedi Mulyadi bertanya.
"Cukup pak. Makasih Pak, besok malam saya tunggu di sini lagi buat itu," kata si PSK.
Setelah kontrak terjalin Dedi Mulyadi pun pergi meninggalkan sang PSK sambil menegaskan, jika tidak boleh melayani pria selama 10 hari ke depan.
"Kalau jualan sayurnya jalan. Nanti diperpanjang lagi kontraknya 10 hari ke depan," kata Dedi Mulyadi. (*)
Video menarik lainnya untuk Anda: Ustaz Yusuf Mansur Nyaleg Pemilu 2024, Auto Kena Julid: Wirda Mansur Gak Ikutan?
Berita Terkait
-
Masih Proses Perceraian, Dedi Mulyadi Sudah Minta Doa Dimudahkan Jodoh pada Pria yang Menikah 88 Kali
-
Inilah Sosok yang Dukung Bupati Purwakarta Ambu Anne Gugat Cerai Dedi Mulyadi
-
Digugat Cerai Ambu Anne, Dedi Mulyadi: Saya Menjadi Orang yang Kehilangan Segalanya
-
Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Anne Ratna Sebut Sudah Punya yang Baru Lebih Enak dari Kamu, Netizen: Bad Attitude
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota