SuaraTasikmalaya.id - Ada-ada saja cara Kang Dedi Mulyadi 'menampar' wanita pekerja seks komersial alias WTS.
Dedi Mulyadi yang saat ini duduk sebagai anggota DPR RI, melakukan jalan-jalan malam di Subang.
Malam yang diselimuti hujan ringan, tak menyurutkan Dedi Mulyadi melakukan misinya.
Ketika di perjalanan, kendaraan yang ditumpangi Dedi Mulyadi mendadak memperlambat laju.
Rupanya di sana terlihat ada wanita yang disebut Dedi Mulyadi masih terlihat muda sedang berdiri di pinggir jalan.
Dedi Mulyadi kemudian menanyakan keberadaan wanita tersebut yang hingga sekitaran pukul 23.00 WIB, masih ada di luar rumah.
Kondisi hujan membuat Dedi Mulyadi tampak semakin iba pada wanita tersebut yang ternyata adalah pekerja seks komersial alias PSK.
Seperti tak percaya di Purwakarta menjamur PSK, Dedi Mulyadi lantas melakukan kebiasaanya mengajak bicara orang yang dinilainya butuh bantuan, termasuk PSK tersebut.
Bupati Purwakarta dua periode itu tetap berada di mobil, langsung berhenti dan mendekati perempuan tersebut.
Dedi Muladi langsung saja mulai melakukan lobi-lobi pada PSK yang mengaku diri berusia 30 tahun.
PSK tersebut mengatakan baru keluar malam setelah tiga hari meliburkan diri tidak melayani pria hidung belang.
Dedi Mulyadi lantas negosiasi harga hingga disepakati PSK tersebut mau dibayar Rp150 ribu per sekali main.
Setelah tahu harga layanan PSK, Dedi Mulyadi menanyakan hal lain, tentang anak dan keluarga.
Diakui sang PSK jika dirinya sudah tidak memiliki orangtua. Dia juga mengaku memiliki anak untuk dicukupi kebutuhannya.
Di sisi lain, PSK tersebut juga mengaku seorang diri membesarkan sang anak lantaran sudah bercerai dengan suaminya.
Dedi Mulyadi pun menanyakan sudah berapa lama PSK tersebut menjual dirinya di Purwakarta.
Di luar dugaan sang PSK mengaku sudah 7 tahun lamanya menjual diri, yang setiap malamnya selalu berkeliling malam-malam.
Mengetahui cerita miris yang diungkap PSK, Dedi Mulyadi langsung berbicara hal konkrit untuk bertransaksi.
Awalnya Dedi Mulyadi mengarahkan sang PSK untuk melayani kameramennya. "Sama yang ini mau?" kata Dedi Mulyadi menunjuk kameramen.
PSK tersebut langsung menjawab mau, sambil menyebutkan harga Rp150 ribu sekali main.
Dedi Mulyadi lantas menunjuk pria yang saat itu jadi supir, akan tetapi ditolak sang PSK.
"Sama ini mau juga?" tanya Dedi Mulyadi pada PSK.
"Gak mau, gendut. Suka sakit sama perutnya," kata si PSK menjawab permintaan Dedi Mulyadi.
Mendengar PSK tersebut menolak, Dedi Mulyadi lantas ketawa sambil mengusap perut gendut rekannya yang sedang memegang setir mobil.
Dedi Mulyadi lantas meminta rekannya turun dan menghampiri wanita PSK tersebut.
Di sana Dedi Mulyadi kembali menanyakan apakan PSK tersebut mau melayani temannya yang gendut.
"Sok, Rp400 ribu lah mau," kata PSK tersebut menjawab pertanyaan Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi sambil ketawa mempertanyakan kenapa harganya beda dengan yang kameramen.
"Yang itu (kameramen) ganteng. Jadi Rp150 ribu aja," kata si PSK.
Mendengar itu lagi-lagi Dedi Mulyadi dibuat tertawa. Setelah itu Dedi Mulyadi menawarkan tawaran menggiurkan.
PSK tersebut akan dikontrak 10 malam dengan uang dibayar di depan, asal PSK tersebut tidak melayani pria lain.
Selain itu, PSK tersebut juga harus menjadikan uang yang dibayarkan di depan untuk 10 malam sebagai modal jualan atau usaha lain.
PSK tersebut mengamini dan mau dikontrak 10 malam. Setelah itu Dedi Mulyadi memberikan segepok uang pada PSK tersebut.
Dedi Mulyadi juga mewanti-wanti jika dirinya sudah mengontrak, dan tidak boleh bohong.
PSK tersebut berencana akan menggunakan uang dari Kang Dedi Mulyadi untuk modal jauala sayur.
"Jual sayur asem, kangkung, tahu, tempe, sama daging," kata si PSK.
"Cukup uang segitu jadi modal?" kata Dedi Mulyadi bertanya.
"Cukup pak. Makasih Pak, besok malam saya tunggu di sini lagi buat itu," kata si PSK.
Setelah kontrak terjalin Dedi Mulyadi pun pergi meninggalkan sang PSK sambil menegaskan, jika tidak boleh melayani pria selama 10 hari ke depan.
"Kalau jualan sayurnya jalan. Nanti diperpanjang lagi kontraknya 10 hari ke depan," kata Dedi Mulyadi. (*)
Video menarik lainnya untuk Anda: Ustaz Yusuf Mansur Nyaleg Pemilu 2024, Auto Kena Julid: Wirda Mansur Gak Ikutan?
Berita Terkait
-
Masih Proses Perceraian, Dedi Mulyadi Sudah Minta Doa Dimudahkan Jodoh pada Pria yang Menikah 88 Kali
-
Inilah Sosok yang Dukung Bupati Purwakarta Ambu Anne Gugat Cerai Dedi Mulyadi
-
Digugat Cerai Ambu Anne, Dedi Mulyadi: Saya Menjadi Orang yang Kehilangan Segalanya
-
Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Anne Ratna Sebut Sudah Punya yang Baru Lebih Enak dari Kamu, Netizen: Bad Attitude
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'