/
Rabu, 14 Desember 2022 | 07:46 WIB
Foto dokumen Ustad Abdul Somad saat berdakwah. (istimewa)

UAS mengatakan sebagai umat Muslim yang mencontoh pada perilaku Nabi Muhammad, berbuat kebaikan adalah perintah syariat. 

Dalam hal menjalankan kebaikan tidak terbatas pada sesama muslim saja. Akan tetapi wajib dilakukan kepada mereka yang berbeda keyakinan.

Termasuk di dalamnya adalah soal konteks kemanusian dan juga pada lingkungan sekitar lainnya, semisal pada hewan, tumbuhan dan alam semesta.

Dijelaskannya, Umat Muslim bisa melakukan hubungan sangat baik dan masuk dalam bagian memperkokoh kesatuan adalah di bidang muamalah.

Kemudian ada juga dalam memperkuat persatuan adalah melalui perdagangan, olahraga, kesehatan bahkan pendidikan.

Dikatakan Ustaz Abdul Somad, selama semua itu tidak sampai mencampuri ranah akidah, maka anjuran berbuat baik kepada sesama sebagaimana perintah Nabi Muhammad.

2. Negara wajib jadi cermin persatuan

Kemudian hal lain yang menjadi dasar persatuan dan kesatuan adalah sikap dan sifat adil.

Dalam hal melaksanakan keadilan itulah menjadi satu di antara wujud kebaikan yang harus ditebar. 

Baca Juga: Kampus Viral dan Tidak Mendidik, Mahasiswa Ditelanjangi, Dipaksa Minum Air Kencing, Polisi Tak Berani Bertindak Gara-Gara Ini

Dalam hal ini Ustaz Abdul Somad mengatakan jika keadilan sangat luas, bukan hanya konteks kemanusiaan.

Umat Muslim harus adil kepada hewan, tumbuhan, alam semesta, hingga adil terhadap dirinya sendiri.

Kemudian hal yang lebih penting adalah tentang konteks kemajemukan, di mana keadilan itu sangat diperlukan. 

Bahkan negara dan pemerintahannya wajib menjadi cerminan kehidupan dalam berlaku adil.

Lebih dalam dijelaskan jika adil bukan berarti bertindak sesuai dengan tupoksinya. 

UAS sangat sederhana menjelaskan soal adil, yakni ketika ada yang bertentangan dengan hukum, maka tidak boleh ada keberpihakan, termasuk kepada sesama muslim.

Load More