SuaraTasikmalaya.id - Tak ada yang menyangka jika kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK kepada Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua, merembet hingga ke pejabat top di Jatim.
Setelah KPK menyegel sejumlah ruangan di DPRD Jawa Timur, di antaranyaruang kerja Tua, ruang server kamera pengawas CCTV, dan ruang Kabag Risalah, kini mereka menyasar dan menggeledah ruang keraja orang nomor sati di Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
Bukan itu saja, KPK juga menggeledah ruang wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak yang terletak di Jalan Pahlawan, Kota Surabaya, Rabu (21/12/2022).
Berikut sederet fakta yang terjadi hasil penggeledahan di ruang Gubernur Jatim:
1. Ruang Sekda Jatim digeledah
Setelah menggeledah ruang kerja Gubernur dan Wagub Jatim, penyidik KPK langsung memeriksa ruangan kerja Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono.
Posisi ruangan Sekda ini terletak di lantai dua gedung utama Pemprov Jatim.
2. Amankan tiga koper
Hasil dari pemeriksaan da penggeledahan di ruangan pejabat top di Jatim, KPK berhasil mengamankan tiga koper diduga akan menjadi barang bukti.
Penyidik antirasuah terlihat keluar dari ruang kerja Karyono sekitar pukul 19.36 WIB, sambil membawa tiga koper diduga berisi dokumen hasil dari penggeledahan.
Ketiga koper langsung dibawa sejumlah petugas KPK berpakaian kemeja dan menggunakan ransel.
Mereka juga ada yang mengenakan rompi krem bertuliskan KPK.
Para penyidik KPK kemudian memabawa koper-koper itu ke dalam tiga mobil MPV yang berada di luar gedung utama.
3. Tiga puncuk pimpinan di Jatim 'disikat'
Para penyidik KPK menggeledah ruang kerja ketiga orang top di Jatim sekitar enam jam, yakni mulai pukul 11.00 hingga 19.36 WIB.
Berita Terkait
-
Ruang Kerja Khofifah Dan Emil Dardak Digeledah KPK, Petinggi Pemprov Jatim Terlibat Kasus Sahat?
-
2 Jam Ruang Sekdaprov Jatim Digeledah KPK, Sempat Masuk Ruangan Khofifah dan Emil Dardak
-
KPK Berang Disebut Kerajinan OTT Maling Uang Rakyat Dinilai Luhut Rugikan Nama Baik NKRI
-
Luhut Minta KPK Jangan Sering OTT Maling Uang Rakyat Bisa Bikin Nama NKRI Jelek, Singgung Siapa Mau Melawan?
-
Setelah Ferdy Sambo Lumpuh, KPK Baru Bersuara Soal Dugaan Suap Mantan Kadiv Propam Polri
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Kisah Gadis Cantik Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Rusak, Menabung Meski Serba Kurang
-
Belajar Melambat dan Bernapas di Tengah Riuh Bundaran Satam Tanjung Pandan
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan
-
Media Italia Coret Timnas Indonesia dari Calon Tim Playoff Darurat Piala Dunia 2026
-
Astra Honda Dream Cup 2026 Kembali Cari Bibit Pebalap Muda Berbakat Indonesia
-
Lowongan Talenta AI Makin Diburu, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikut IndonesiaNEXT 2026
-
Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan
-
Puteri Indonesia 2026 Jadi Arena Pemberdayaan Perempuan, Finalis Didorong Bangun Dampak Nyata