- Presiden Prabowo mencopot pimpinan Badan Gizi Nasional akibat dugaan korupsi berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPKP dan PPATK.
- Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan Presiden rutin memantau dan mengevaluasi seluruh kementerian untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai target.
- Kejaksaan Agung resmi menetapkan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional sebagai tersangka kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis.
Suara.com - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi bukti bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak hanya mengandalkan laporan resmi dari bawahannya.
Mata dan telinga Presiden disebut terus bekerja memantau jalannya berbagai program pemerintah.
Setelah sebelumnya mengungkap bahwa pencopotan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung berawal dari laporan BPKP dam PPATK mengenai dugaan penyelewengan di BGN, Istana memastikan mekanisme serupa juga berlaku untuk program-program lain.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo secara rutin menerima laporan dan melakukan evaluasi terhadap seluruh kementerian maupun lembaga.
Saat ditanya apakah Presiden juga menerima laporan terkait program-program di luar Makan Bergizi Gratis (MBG), Pras menjawab tegas.
"Iya lah," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurut Pras, pengawasan tersebut merupakan bagian dari tugas Presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
"Jadi beliau ya sebagai kepala negara, kepala pemerintahan memang rutin seluruh program, seluruh kementerian dilakukan monitoring, dilakukan evaluasi," ujarnya.
Pernyataan itu mempertegas bahwa laporan yang sampai ke Presiden tidak hanya berkaitan dengan kasus yang sudah mencuat ke publik, melainkan juga perkembangan berbagai program strategis pemerintah.
Baca Juga: Isu Reshuffle Menkeu Purbaya Memanas, Mensesneg: Fokus Kita Sinergi, Bukan Ganti Orang!
Meski demikian, Pras menegaskan monitoring yang dilakukan Presiden tidak selalu berarti ada dugaan pelanggaran atau persoalan hukum.
Ia mengatakan pengawasan tersebut lebih ditujukan untuk memastikan program-program pemerintah berjalan sesuai target.
"Tapi kan makna monitoringnya kan tidak kemudian selalu sudah mengarah kepada suatu kejadian atau suatu tindakan kan. Lebih kepada program-program yang harus segera dijalankan oleh kementerian masing-masing," kata Pras.
Sebelumnya, Prabowo mengaku telah menerima laporan mengenai adanya kejanggalan dan indikasi penyelewengan di tubuh BGN jauh sebelum Dadan Hindayana dan dua wakilnya dicopot dari jabatan.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan meminta pendalaman dari sejumlah lembaga, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Belakangan, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik
-
Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna
-
2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026
-
Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS
-
Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru
-
Bukan Sekadar Anak Kiai, Indah Permatasari Ungkap Sisi Pemberontak di Film Ibadah dan Cinta
-
Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani
-
Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut
-
Literasi Digital: Keterampilan Baru yang Wajib Dimiliki Siswa
-
4 Fakta Situasi Terkini Mees Hilgers, Pelatih Sudah Angkat Tangan