SuaraTasikmalaya.id – Pertandingan pekan ke-29 BRI Liga 1 mempertemukan PSIS Semarang melawan Madura United di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Selasa, (7/3/2023).
Jalannya pertandingan begitu menegangkan, dan beberapa kali tuan rumah PSIS Semarang mendapatkan peluang emas.
Peluang emas pertama PSIS terjadi saat babak pertama baru memasuki menit ke 1’, namun tendangan keras Septian David Maulana berhasil digagalkan penjaga gawang Madura United.
Setelah itu, pemain lincah asal Jepang, Taisei Marukawa kembali mengancam gawang Rendy Oscario, namun sayang tendangannya dari luar kotak pinalti melayang tipis di atas gawang Madura FC.
Kubu Madura United pun tidak tinggal diam. Meskipun tidak terlalu melihat mendominasi, tetapi ancaman tetap dilancarkan Beto Goncalves dan kawan-kawan.
Menit 8’, tendangan pemain naturalisasi tersebut masih melenceng di sebelah kiri gawang PSIS yang dijaga Rey Redondo.
Pada menit ke 13’, barulah Beto bisa menjebol gawang PSIS. Skor pun berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu, Madura United.
Babak pertama ditutup dengan keunggulan Madura United dengan skor 0-1.
Jalannya babak kedua lebih menarik. Tuan rumah yang tidak ingin dipermalukan di hadapan pendukungnya pun berusaha membongkar pertahanan Madura United yang dipimpin Cleberson cs.
Setelah terus menerus dibombardir PSIS, akhirnya keberuntungan berpihak pada kubu Madura United, dengan mencetak gol tambahan pada menit ke 92’, melalui sundulan Ricky Ariansyah. Skor berubah menjadi 0-2 untuk keunggulan Madura United sampai peluit akhir dibunyikan.
Insiden mengerikan sempat terjadi, tepat setelah gol kedua oleh Ricki Ariansyah, dirinya langsung terkapar tak sadarkan diri.
Seluruh pemain dan ofisial kedua kesebelasan terlihat panik. Ambulans pun masuk ke lapangan untuk membawa Ricki Ariansyah ke rumah sakit terdekat. (*/editor Zahran)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru