SuaraTasikmalaya.id – Belakangan ini, jaga media sosial diramaikan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat pajak, Mario Dandy.
Diketahui, Mario Dandy kerap berlaku flexing, atau memamerkan gaya hidup mewah. Hal ini yang kemudian menjadi pemantik publik untuk mendalami sosok keluarga pejabat lain yang gemar flexing.
Beberapa sosok mulai terungkap, seperti anak dari kepala Bea Cukai Makassar, Istri dari kepala BPN Jakarta Timur, dan masih banyak lainnya.
Gaya hidup ini tentu menimbulkan pertanyaan bagi publik, kok bisa sih mereka gemar memamerkan flexing atau gaya hidup mewah? Berikut penjelasannya.
Flexing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memamerkan kekayaan atau kemampuan mereka secara berlebihan. Biasanya, flexing dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter.
Tren flexing semakin populer di kalangan masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Berikut beberapa alasan orang gemar flexing.
1. Kebutuhan untuk mendapatkan perhatian
Menurut Dr. Kaitlyn Harger, seorang psikolog klinis, flexing adalah cara seseorang mencari perhatian atau pengakuan dari orang lain. Orang yang melakukan flexing biasanya merasa kurang percaya diri dan membutuhkan konfirmasi dari orang lain bahwa mereka baik dan cukup hebat.
2. Kebutuhan untuk memperbaiki citra diri
Flexing juga bisa menjadi cara untuk memperbaiki citra diri seseorang. Menurut Dr. Carla Marie Manly, seorang psikolog klinis, orang yang merasa tidak bahagia atau kurang puas dengan diri sendiri mungkin akan mencoba untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan memamerkan kekayaan atau kemampuan mereka.
3. Kebutuhan untuk memperoleh status sosial
Seringkali, orang yang melakukan flexing menganggap bahwa memiliki banyak uang atau keahlian tertentu dapat memberikan mereka status sosial yang lebih tinggi di masyarakat. Menurut Dr. Ryan T. Howell, seorang profesor psikologi di Universitas San Francisco, seseorang yang memiliki banyak uang dan kekayaan bisa dianggap lebih sukses dan lebih berpengaruh di masyarakat.
Namun, perlu diingat bahwa flexing bisa memiliki dampak negatif, seperti menciptakan perasaan iri atau tidak nyaman pada orang lain. Selain itu, kesenjangan antara kenyataan dan gambaran yang dibuat dapat menyebabkan tekanan psikologis pada orang yang melakukan flexing. (*)
Sumber: Dr. Kaitlyn Harger, Clinical Psychologist at Detroit Medical Center.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Bekasi Mencekam! SPBE di Mustikajaya Meledak Hebat, Warga Berhamburan Mengungsi
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka