SuaraTasikmalaya.id - Seorang mantan wartawan infotainment muncul dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier.
Disorot Deddy Corbuzier, mantan wartawan tersebut ternyata pernah menjadi tersangka tindak pidana terorisme pada tahun 2011 lalu.
Pepi, sang mantan wartawan yang merupakan pelaku bom buku menceritakan proses perjalanannya menjadi seorang teroris di kanal YouTube Deddy Corbuzier.
Dilansir dari ceritanya pada Deddy Corbuzier, mantan teroris tersebut mengaku bahwa dirinya merupakan pelaku bom buku di Gereja Katedral Serpong.
Bom bukunya tidak meledak, Pepi mengaku bersyukur karena sudah ditangkap duluan oleh polisi.
“Pas di Gereja Katedral Serpong nggak meledak karena keburu ketangkap,” kata Pepi pada Dedy Corbuzier.
Ternyata, jika bom buku tersebut meledak sang pelaku mengaku efeknya akan sangat besar.
“Kalau nggak ketangkep, pas di persidangan dibilang Serpong bisa the end karena bomnya besar dan terhubung ke pipa gas,” kata Pepi lagi.
Ternyata, awal mulanya menjadi teroris didasari oleh niatnya untuk mencari jati diri saat menjadi karyawan infotainment.
Baca Juga: Deddy Corbuzer Ngamuk, Ini 4 Hal Penting Untuk Mario Dandy Anak Pejabat Pajak Itu
“Awalnya sih dari pencarian jati diri, karena jadi wartawan infotainment juga kan banyak acara ulang tahun sana-sini open bar ikut,” ungkap Pepi.
Pepi yang merupakan lulusan pesantren dan perguruan tinggi Islam mengaku saat menjadi wartawan kala itu merasa sedang di titik terendahnya dalam hal agama.
"Sebetulnya saya dasarnya dari kecil sudah pesantren, sekolah Islam, kemudian kuliah di UIN dan saat jadi wartawan semua itu terhapus,” lanjut Pepi menceritakan kepada Deddy Corbuzier.
Lalu, seorang teman membawanya ke sebuah organisasi bernama Negara Islam Indonesia (NII) dan Pepi mengaku menjadi lebih baik setelah gabung di organisasi tersebut.
“Saya bergabung di NII hampir 3 tahun. Titik nol ini artinya terkait agama, karena saya waktu itu nggak sholat, terus kemudian gabung itu jadi sholat lagi sama ngaji,” tutur Pepi.
Diketahui, dengan konsep iman, hijrah, dan jihad di NII, Pepi jadi berani untuk melakukan tindakan bom buku pada tahun 2011 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Diskon 10 Persen Berbuah Manis: Dedi Mulyadi Panen Pajak, Siap "Gaspol" Jalan Bolong
-
Menelusuri Absurditas dalam Jakarta Sebelum Pagi
-
Mitsubishi Xpander HEV 2026 Resmi Melantai, Bawa Perubahan Besar pada Sektor Pengendalian
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Saling Sindir Soal Foto Lebaran di Konflik Anak, Ibunda Tasyi Athasyia Minta Maaf
-
Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Bernafsu Bawa Suriname ke Piala Dunia 2026
-
Primadona Lebaran 2026, Konsumsi BBM Pertamax Series Naik Signifikan
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex
-
WFH Demi Hemat BBM, Gubernur Herman Deru Siapkan Langkah Ini di Sumsel
-
Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah