/
Sabtu, 18 Maret 2023 | 23:54 WIB
Mantan napi bom buku bersama Deddy Corbuzier. Mereka sedang cerita tentang hal ini. (Tangkapan Layar Kanal YouTube Deddy Corbuzier.)

SuaraTasikmalaya.id - Seorang mantan wartawan infotainment muncul dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Disorot Deddy Corbuzier, mantan wartawan tersebut ternyata pernah menjadi tersangka tindak pidana terorisme pada tahun 2011 lalu.

Pepi, sang mantan wartawan yang merupakan pelaku bom buku menceritakan proses perjalanannya menjadi seorang teroris di kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Dilansir dari ceritanya pada Deddy Corbuzier, mantan teroris tersebut mengaku bahwa dirinya merupakan pelaku bom buku di Gereja Katedral Serpong.

Bom bukunya tidak meledak, Pepi mengaku bersyukur karena sudah ditangkap duluan oleh polisi.

“Pas di Gereja Katedral Serpong nggak meledak karena keburu ketangkap,” kata Pepi pada Dedy Corbuzier.

Ternyata, jika bom buku tersebut meledak sang pelaku mengaku efeknya akan sangat besar.

“Kalau nggak ketangkep, pas di persidangan dibilang Serpong bisa the end karena bomnya besar dan terhubung ke pipa gas,” kata Pepi lagi.

Ternyata, awal mulanya menjadi teroris didasari oleh niatnya untuk mencari jati diri saat menjadi karyawan infotainment.

Baca Juga: Deddy Corbuzer Ngamuk, Ini 4 Hal Penting Untuk Mario Dandy Anak Pejabat Pajak Itu

“Awalnya sih dari pencarian jati diri, karena jadi wartawan infotainment juga kan banyak acara ulang tahun sana-sini open bar ikut,” ungkap Pepi.

Pepi yang merupakan lulusan pesantren dan perguruan tinggi Islam mengaku saat menjadi wartawan kala itu merasa sedang di titik terendahnya dalam hal agama.

"Sebetulnya saya dasarnya dari kecil sudah pesantren, sekolah Islam, kemudian kuliah di UIN dan saat jadi wartawan semua itu terhapus,” lanjut Pepi menceritakan kepada Deddy Corbuzier.

Lalu, seorang teman membawanya ke sebuah organisasi bernama Negara Islam Indonesia (NII) dan Pepi mengaku menjadi lebih baik setelah gabung di organisasi tersebut.

“Saya bergabung di NII hampir 3 tahun. Titik nol ini artinya terkait agama, karena saya waktu itu nggak sholat, terus kemudian gabung itu jadi sholat lagi sama ngaji,” tutur Pepi.

Diketahui, dengan konsep iman, hijrah, dan jihad di NII, Pepi jadi berani untuk melakukan tindakan bom buku pada tahun 2011 lalu.

Load More