/
Rabu, 05 April 2023 | 12:48 WIB
Potret mukbang. Hukum menonton mukbang saat puasa. (Tangkapan layar YouTube Tzuyang)

SUARA TASIKMALAYA – Mukbang adalah kegiatan makan seseorang yang disiarkan, biasanya melalui kanal YouTube atau platform media sosial lainnya. Tren mukbang ini identik dengan porsi makan yang besar. 

Saat ini banyak orang yang gemar menonton mukbang, karena secara medis ketika menonton mukbang, otak akan mengeluarkan hormon serotonin, dopamin, dan endorfin yang membuat hati senang. 

Selain itu mukbang juga mampu membuat penontonnya takjub bahkan ikut meneteskan air liur. 

Namun ketika memasuki bulan Ramadhan, kita senantiasa diminta untuk menjaga diri dari segala bentuk hawa nafsu, terutama nafsu untuk makan dan minum. 

Ketika menonton mukbang, ada kemungkinan dapat membangkitkan nafsu makan orang yang sedang  berpuasa. 

Lalu dalam agama Islam, apa hukumnya apabila seseorang menonton mukbang saat puasa? 

Menurut Ustadz Abu Yusuf Ubaid Bima, menonton video mukbang atau masakan saat berpuasa itu diperbolehkan, karena tidak bersifat membatalkan puasa. 

Hal ini seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran, yang membatalkan puasa adalah yang masuk dan bukan yang keluar, kecuali jika orang tersebut muntah. 

Bahkan mencicipi makanan itu tidak membatalkan puasa, selama tidak sampai menelan makanan yang dicicipinya. 

Baca Juga: Daftar Hotel di Tasikmalaya yang Menyediakan Menu Berbuka Puasa Ramadhan 2023, Ada Menu All You Can Eat

Selain itu, menelan ludah pun menurut kesepakatan ulama itu tidak dapat membatalkan puasa. 

Jadi jika hanya menonton orang yang sedang makan atau mukbang itu boleh-boleh saja, dan tidak bisa membuat puasa menjadi batal. 

Akan tetapi, Allah SWT menganjutkan umatnya untuk lebih banyak beribadah saat sedang berpuasa, dibanding melakukan hal-hal yang kurang berfaedah. (*) 

Load More