SUARA TASIKMALAYA – Mengidolakan non Muslim adalah ciri orang tak beriman, benarkah? Simak penjelasan berikut dari Buya Yahya.
Setiap orang pasti memiliki sosok yang dikagumi dan diidolakan, baik dari segi fisik, bakat, hingga perilakunya.
Di kalangan umat muslim sendiri, saat ini sudah banyak dari mereka yang mengidolakan orang-orang non-muslim atau bisa disebut sebagai orang kafir.
Kafir di sini merujuk pada mereka yang tidak mempercayai perkataan dan ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul penutup.
Tak hanya sekedar mengidolakan, mereka bahkan mengikuti cara hingga gaya hidup orang non-muslim tersebut.
Lalu bagaimana hukumnya apabila ada umat muslim yang mengidolakan orang-orang non-muslim?
Menurut Buya Yahya, dalam hadist sudah dijelaskan bahwa Rasulullah SAW melarang keras umatnya untuk mengikuti perbuatan orang non-muslim.
Karena tidak sesuai dengan syariat Islam, serta biasanya dapat memudharatkan diri sendiri.
Perbuatan ini dianggap sebagai ciri umat muslim yang tidak beriman, karena telah menyukai, mengikuti, bahkan mempercayai orang non-muslim.
Hal ini juga menjadi tanda bahwa umat tersebut memiliki iman yang lemah, sebab mudah terbawa hawa nafsu yang sebenarnya dilarang.
Buya Yahya menjelaskan, mengikuti perbuatan orang kafir itu dilakukan secara spontan dan sedikit-sedikit.
Pergeseran nilai dan iman ini dibentuk dari hasil didikan orang tua atau orang terdekatnya, sehingga ia bisa menyukai dan mengagungkan orang lain selain Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Jadi, penting untuk selalu mengingatkan mereka agar tidak mengidolakan orang di luar muslim karena dilarang oleh Allah SWT dan Rasulnya.
Selain itu, mengidolakan seseorang juga tanda bahwa mereka mencintai orang tersebut. Hal ini bisa menjadi fatal, karena ketika di padang mahsyar nanti kita akan ditemani oleh orang yang dicintai.
Maka alih-alih ditemani oleh Nabi atau Rasul, kita malah akan bersama dengan orang-orang yang amalannya jelas tidak baik. (*)
Berita Terkait
-
Hukum Menangis Saat Puasa, Apakah Batal? Buya Yahya: Yang Membatalkan Puasa Itu Ada 9
-
Apakah Menari Diharamkan dalam Islam? Begini Menurut Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid
-
7 Larangan saat Lebaran yang Wajib Diketahui
-
Hukum Tidak Berhak Menerima Zakat Tapi Diberi, Buya Yahya: Haram, Memakan Haknya Fakir Miskin
-
Ciri Beras untuk Zakat Fitrah, Buya Yahya: Jika Anak Kos Boleh Ambil Level Tengah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026