SUARA TASIKMALAYA-Kiyai Nanang Idris yang mengajar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari Kecamatan Cibeureum Tasikmalaya Jawa Barat meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah.
Kabar duka itu menyebar melalui medsos, facebook dan Whatsapp Grup, videonya beredar dengan narasi bahwa kiyai Nanang meninggal karena dibunuh. Narasi korban dibunuh itu tersebar di WAG NU Singajaya. Begini
"Siaga satu, Kyai Nanang Idris didapatkan sudah tidak bernyawa berlumuran darah." Memang bahasanya agak provokatif Sontak saja, anggota grup lain ikut mengomentari dengan nada marah karena yang meninggal adalah seorang kyai.
"Subhanallah, sing engal kapendak pelakuna (subhanallah, mudah-mudahan cepat ketemu pelakunya)" kata salah satu anggota GWA dengan Bahasa Sunda.
Anggota GWA lain, Ajengan Aab yang juga ketua MUI Kecamatan Singajaya ikut menimpali untuk memberi klarifikasi terhadap video yang beredar.
Menurutnya, berdasarkan keterangan yang disampaikan saudara Ajengan Aab yang berada di Tasikmalaya melalui pesan suara (voice note).
Fakta yang terjadi berdasarkan keterangan saudaranya tersebut, kyai Idris selaku pengasuh Bahrul Ulum Tasikmalaya meninggal karena pecah pembuluh darah.
Akibat pecahnya pembuluh darah tersebut, darah keluar dari rongga-rongga kepala, mulai dari hidung, telinga dan mulut.
Ia merupakan pengajar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kelurahan Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.
Baca Juga: 3 Tips Menulis Artikel Populer Bagi Pemula, Jangan Nyerah Walau Ditolak!
Kyai tersebut ditemukan meninggal, saat warga mencium bau tak sedap pada Senin (8/5/2023) sore.
Saat ditemukan, kyai tersebut ditemukan dalam kondisi tengkurap dan sudah membiru karena diperkirakan ia sudah meninggal sejak dua atau tiga hari lalu.
Kapolsek Cibeureum AKP Nandang Rokhmana yang dilansir suara tasikmalaya membenarkan kejadian itu.
"Ya memang kita dapat laporan ada penemuan mayat dalam satu rumah. Tim Inafis kita turun mengecek ke TKP dan memang meninggalnya itu karena sakit bukan karena ada yang membunuh atau motif lain," kata AKP Agung, Kamis (18/5/2023).
Menurutnya, berdasarkan hasil visum yang dilakukan tim medis di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh almarhum.
Terkait dengan adanya darah di sekitar jenazah, lanjut Agung, kemungkinan korban terjatuh dan kemudian berdarah.
"Jadi bukan ada pihak ketiga yang ingin mengakhiri korban, tidak ada luka-luka akibat benda tumpul. Jadi meninggalnya karena sakit. Pihak keluarga pun sudah menerima dan membuat penyataan menerima meninggalnya korban karena sakit," pungkasnya (*)
Berita Terkait
-
Selain di Lampung, Kondisi Jalanan Rusak juga Terdapat di Desa Campakasari Kabupaten Tasikmalaya
-
Pesona Pantai Karang Tawulan, Nikmati Deburan Ombak dari Atas Tebing Tinggi
-
Nahas, Gegara Ikuti Aplikasi Google Map, Pemudik Masuk Jurang Sedalam 15 Meter di Singajaya Garut
-
H-3 Lebaran, 25 Ribu Kendaraan Lintasi Jalur Gentong Menuju Timur, Polisi Sebut akan Terjadi Kepadatan Malam Ini
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
-
Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong
-
Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita
-
Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi
-
Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris
-
Wajah Baru TPA Tamangapa Mulai Terlihat, Bau Sampah Berkurang
-
Ada Isu Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih, Purbaya Ogah Cairkan Anggaran Sebelum Audit
-
Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Ada Alasan Lanjutkan Program MBG
-
HP Apa yang Bisa Foto Live selain iPhone? Ini 9 HP Murah Terbaik untuk Kamu
-
Tekuk Prancis 2-0, Spanyol Bangkit dan Jadi Tim Terkuat Piala Dunia