SUARA TASIKMALAYA - Penemuan adanya manipulasi data pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2023 di Jawa Barat (Jabar) jadi perhatian oleh DPRD Jabar.
Khususnya dari berbagai elemen pendidikan yang ada di Provinsi Jabar, karena PPDB 2023 ditemukan adanya kecurangan perihal selama pelaksanaannya berlangsung.
Dimulai dari praktik pelanggaran pra-pelaksanaan, proses pelaksanaan, dan pasca-pelaksanaan ditemukan adanya pelanggaran manipulasi data selama PPDB 2023.
Hal ini tentunya menjadi pembahasan untuk evaluasi pelaksanaan PPDB 2023 yang dilakukan Komisi V DPRD Jabar dengan beberapa elemen pendidikan.
Rapat kerja Komisi V DPRD Jabar menghadirkan berbagai elemen pendidikan di Jabar dilakukan di Rooftop DPRD Jabar, pada Senin (31/7/2023), pukul 12.00 WIB sampai selesai.
Bukti pelanggaran yang ditemukan dugaan pelanggaran praktik manipulasi data untuk mengubah alamat domisili di Kartu Keluarga (KK). Supaya mereka bisa dekat dengan sekolah yang diinginkannya.
Tidak hanya itu, pemalsuan pada surat keterangan atau pernyataan tidak mampu, praktik titip-menitip lewat oknum tertentu jadi dugaan pelanggaran pelaksanaan PPDB 2023.
Lebih parahnya lagi, ada rekayasa rombel dan praktik spelling, serta adanya dugaan praktik nepotisme, kolusi, suap hingga korupsi jadi pusat perhatian Komisi V DPRD Jabar.
Meski berbagai praktik yang dijelaskan di atas sudah sangat sering ditemukan saat PPDB dilaksanakan.
Baca Juga: Ternyata Ini Sosok yang Laporkan Rocky Gerung ke Polisi, Terkait Penghinaan Kepada Presiden Jokowi
Walaupun pihak yang dirugikan dari praktik kecurangan tersebut adalah siswa-siswa yang masuk melalui jalur secara murni, tanpa bantuan dari siapapun.
Alhasil, evaluasi pelaksanaan PPDB 2023 jadi acuan penting. Hasil rapat Komisi V DPRD Jabar dengan para elemen pendidikan yang dihadirkan, tentunya akan mengaudit pelaksanaan PPDB 2023.
Pengauditan dilakukan secara menyeluruh. Dimulai dari pra-pelaksanaan sampai pasca-pelaksanaan.
Diketahui, yang hadir dari perwakilan Komisi V DPRD Jabar ada Abdul Hadi Wijaya alias Gus Ahad, Memo Hermawan, dan anggota Komisi V lainnya.
Untuk dari pihak pendidikan, di antaranya ada Dinas Pendidikan Provinsi Jabar hingga para pemerhati pendidikan di Jabar.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Maghrib Jakarta Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal Buka Puasa Rabu 4 Maret 2026
-
Memperingati International Womens Day 2026, API Serukan Perlawanan atas Penghancuran Tubuh
-
Bahlil Sebut RI Memang Butuh Impor Etanol dari AS
-
Park Ji Hoon Siap Jadi Prajurit Koki di Drama The Legend of Kitchen Soldier
-
Ramuan Cinta di Sepiring Spaghetti Bolognese dalam Novel Amo Ravierre
-
Rekomendasi HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik Saat Ini di Blibli
-
Benarkah Striker Iran Mehdi Taremi Angkat Senjata Lawan AS-Israel? Begini Faktanya
-
KPK Bongkar Alasan Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ternyata Ada Bukti Ini!
-
Reaksi Roby Tremonti Dijodohkan dengan Inara Rusli
-
Rekomendasi Tunik Lebaran Terlengkap di Promo Ramadhan Blibli