SUARA TASIKMALAYA - Salah satu netizen ungkap kalau Keluarga Muller cuma adminstratur di perkebunan biasa.
Seperti yang diketahui pada Senin malam (14/8/2023), telah terjadi kerusuhan di Dago Elos, Kota Bandung, dimana warga melakukan penyumbatan jalan dan pembakaran ban sebagai bentuk protes karena laporan mereka terkait tuduhan manipulasi data dan penipuan lahan tidak mendapat respons dari pihak berwenang, khususnya dari penduduk Dago Elos yang melakukan tindakan tersebut.
Salah satu akun Instagram yang bernama kolektiva mengklaim sudah memiliki bukti yang menyatakan bahwa keluarga Muller hanyalah administratur biasa, dikutip pada Rabu (16/8/2023)
"Data sudah lengkap tetapi isilop menolak laporan dari warga Dago Elos, alih alih berharap diterima laporan malah dikasih gas air mata. Masih banyak data yang berhasil dikumpulkan. Tunggu saja balasan kami yak," tulis akun Instagram kolektiva pada unggahannya.
Kasus perselisihan lahan antara 331 penduduk Dago Elos Bandung dan ketiga cucu George Henrik Muller telah memfokuskan perhatian masyarakat pada Keluarga Muller.
George Henrik Muller, seorang individu Belanda, menjadi pusat perhatian karena klaim kepemilikan atas lahan seluas 6,3 hektare di Dago Elos.
Cucu-cucu George Henrik Muller, yaitu Heri Hermawan Muller, Dodi Rustendi Muller, dan Pipin Sandepi Muller, telah mengajukan tuntutan atas tanah yang telah digunakan sebagai perumahan oleh ribuan warga selama bertahun-tahun, dengan mengklaimnya sebagai hak waris melalui Eigendom Verponding.
Sesuai dengan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), konversi tanah dari status Eigendom Verponding menjadi hak kepemilikan sesuai dengan hukum Indonesia harus dilakukan sebelum September 1980.
Apabila tanah yang memiliki status Eigendom Verponding atau hak waris zaman Belanda tersebut tidak diakui hingga batas waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, maka tanah tersebut akan menjadi aset milik negara. (*)
Baca Juga: Bamsoet Usul UUD 1945 Diamandemen, Surya Paloh: Luar Biasa, Nanti Presiden Tidak Dipilih Langsung
Tag
Berita Terkait
-
Warganet Dibuat Geram dengan Rencana Pembangunan Patung Soekarno Setinggi 100 Meter hingga Disebut Proyek Berhala
-
Rencana Pembangunan Patung Soekarno di Bandung Barat Bikin Gaduh, Benarkah Telan Biaya Rp10 Triliun?
-
Viral Warga Dago Bandung Kejang dan Muntah Darah Gegara Tembakan Gas Air Mata
-
Profil I Nyoman Nuarta: Sosok Seniman Di Balik Rencana Pembangunan Patung Soekarno di Bandung
-
Cerita Sejarah Tugu Peninggalan Kolonial Belanda di Aceh yang Terbengkalai
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN