SUARA TASIKMALAYA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2024 kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI pada Kamis (7/9/2023). Dalam pemaparannya, Menteri Keuangan menekankan bahwa APBN 2024 akan fokus pada pemulihan ekonomi dan pelaksanaan agenda nasional.
"APBN 2024 sangat strategis untuk mencapai target dan tujuan Pembangunan 2024 dan pelaksanaan agenda penting nasional seperti Penyelenggaraan Pemilu 2024, Penghapusan Kemiskinan ekstrim dan stunting, meneruskan pembangunan IKN; Perbaikan kualitas SDM dan penciptaan kesempatan kerja serta menjaga momentum pemulihan ekonomi dalam menghadapi perlemahan ekonomi global dan ketidakpastian/fragmentasi geopolitik," kata Menteri Keuangan.
Dikutip dari unggahan Menteri Keuangan di akun Instagramnya @smindrawati pada Jumat (8/9/2023), pembahasan RAPBN 2024 diliputi dinamika dan perubahan ekonomi yang sangat tinggi. Harga komoditas yang sejak awal tahun (ytd) turun drastis adalah Batubara (-61%), Nikel (-31,8%) dan CPO (-10%). Sementara itu Minyak Bumi naik sekitar 10% sudah mendekati $90/barel.
Pergerakan dan perubahan ini tentu mempengaruhi perhitungan RAPBN 2024. Dalam rapat hari Kamis, Badan Anggaran dan Pemerintah menyetujui beberapa perubahan dalam RAPBN 2024, antara lain:
Pendapatan Pajak dan Penerimaan Bukan Pajak naik Rp 21 Triliun.
Belanja akan dibahas minggu depan dalam Panitia Kerja termasuk untuk menambah anggaran kompensasi/subsidi.
Proses pembahasan RAPBN 2024 berjalan transparan dan sangat konstruktif. Pemerintah dan semua fraksi DPR setuju bahwa APBN 2024 sangat startegis untuk mencapai target dan tujuan Pembangunan 2024 dan pelaksanaan agenda penting nasional.
Realisasi Pendapatan Negara 2022 sebesar Rp2.635,8 triliun (116,31%); Realisasi Belanja Negara 2022 Rp3.096,3 triliun (99,67%) ; Defisit APBN 2022 Rp460,4 triliun atau hanya 54,80% dari rancangan awal sebesar Rp840,2 triliun; Realisasi Pembiayaan sebesar Rp590,9 triliun ( 70,34%) dari target awal Rp840,2 triliun.
APBN 2022 bekerja keras dan telah berhasil mengatasi Pandemi dan memulihkan ekonomi. APBN 2022 juga sudah makin kembali sehat.
Menteri Keuangan berharap pembahasan RUU APBN 2024 dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. (*)
Berita Terkait
-
POR Korpri Setjen DPR RI Tahun 2023 Resmi Dibuka
-
Akun Youtube DPR Diretas Jadi Live Judi Slot, BSSN Ungkap IP Address Pelaku Ada di Amerika Serikat
-
Sempat Live Judi Online, BSSN Beberkan Penyebab Akun YouTube DPR RI Kena Hack
-
Kominfo Minta Bantuan Google Blokir Sementara Akun YouTube DPR yang Tampilkan Judi Online
-
Update Peretasan YouTube DPR, Sekjen: Akun Sudah Up, Video Lama Bertahap Pindah ke Akun Baru
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
7 Fakta Penipuan Umrah Hanania Travel: Rugikan 128 Orang Senilai Rp12 Miliar
-
Ibu Niko Al Hakim Diduga Sindir Rachel Vennya, Singgung Cucu hingga Penjualan Rumah
-
Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono
-
Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo