Suara.com - Aktivitas prostitusi, apalagi yang dikategorikan sebagai "tidak legal", agaknya masih menjadi salah satu urusan prioritas dan perlu penanganan ekstra oleh pihak-pihak berwenang. Makanya, di berbagai tempat, baik negara berkembang atau di negara maju sekali pun, bermacam cara dicoba aparat untuk mengentaskan atau minimal meminimalisirnya.
Salah satu yang tergolong baru adalah rencana "era sosmed" di daerah Maryland, Amerika Serikat (AS), atau tepatnya di Prince George County. Polisi di daerah tersebut kemarin mengumumkan bahwa mereka berencana membuat live tweet (laporan langsung via Twitter) atas aksi razia prostitusi yang disebut akan dilakukan pekan depan.
Hal ini disebut sebagai salah satu bagian dari "taktik media sosial" kepolisian setempat. Dipaparkan bahwa info dan laporan pelaksanaan razia itu akan mencakup detail lokasi dan tindakan, mereka yang ditahan, bahkan kemungkinan termasuk juga foto mereka yang kedapatan dalam razia.
Meskipun tampaknya razia akan lebih banyak ditujukan kepada para pelanggan seks komersial tersebut (bukan penjajanya), namun yang sempat cukup membuat heboh adalah contoh foto seorang perempuan dengan borgol di tangan, yang dipasang kepolisian daerah itu dalam pengumumannya. Belakangan, foto tersebut pun dihapus oleh pihak kepolisian Prince George County.
Yang jelas, pihak kepolisian daerah itu menegaskan bawa para tersangka atau calon tersangka, tidak akan tahu kapan dan di mana razia itu akan dilakukan. Lalu tentu saja, ketika para petugas sudah mulai me-live tweet aksi razia tersebut, mestinya mereka yang terlibat --walaupun memantau Twitter-- sudah akan terlambat untuk menghindar. (Gawker)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Satyalancana untuk Dekan Unsoed Dipertanyakan di Tengah Polemik Integritas Akademik
-
Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi
-
Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN
-
Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Fahira Idris: Bang Japar Ajak Warga Jaga Jakarta
-
DPR Soroti Risiko Diskriminasi Bantuan Gempa NTT di Tengah Pilkades
-
Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...
-
DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga
-
Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit
-
Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla