Suara.com - DatacenterDynamics (DCD), pemimpin di bidang penyedia layanan informasi B2B, menyelenggarakan acara DCD Converged Indonesia Conference and Expo ke-5 di Jakarta. Di ajang ini terkumpul lebih dari 500 tenaga ahli lokal maupun internasional di bidang IT, data center, dan bisnis bahas kesiapan infrastruktur IT Indonesia.
“Para pelaku industri IT dunia sangat takjub melihat pertumbuhan pasar di Indonesia, dan juga tingginya hasrat para pemain lokal dalam mengikuti perkembangan teknologi di industri,” ujar Vincent Liew, General Manager South East Asia, DatacenterDynamics dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/4/2016).
Dia mengungkapkan, akan ada banyak tantangan yang menghadang di depan, seperti ledakan data, regulasi yang semakin ketat, dan juga biaya tambahan yang harus dikeluarkan karena adanya inovasi yang disruptif. "Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada komunitas lokal untuk mampu menghadapi tantangan ini, dengan cara memfasilitasi para pelaku industri lokal untuk terhubung dengan dukungan berupa teknologi, ilmu pengetahuan, dan juga kemampuan yang dimiliki oleh para pemain dari luar negeri,” ucapnya.
Hasil studi dari DCD Intelligensce (DCDi) mengonfirmasi, semakin banyak end-user, terutama para pengambil keputusan di bidang e-commerce dan sektor finansial, akan menanamkan investasi mereka pada colocation dan outsourcing. Nilai investasi di kedua area ini diprediksi akan mencapai hingga 320 juta dolar AS di 2020 atau meningkat sekitar 83% dari proyeksi tahun 2016 (sebesar 175 juta dolar AS).
Selain itu, diperkirakan nilai investasi total secara keseluruhan para perlengkapan dan solusi data center di Indonesia akan mencapai hingga 850 juta dolar AS di tahun 2020, atau terjadi kenaikan lebih dari 70% jika dibandingkan dengan perkiraan nilai investasi di tahun 2016 (480 juta dolar AS).
Proyeksi yang positif ini mendorong industri untuk mampu tumbuh mengikuti perkembangan kebutuhan dan nilai investasi. Di tahun 2020, studi memproyeksikan bahwa kebutuhan lahan untuk data center akan mencapai hingga 375.000 meter persegi atau meningkat 29% dari proyeksi kebutuhan di tahun 2016 (290.000 meter persegi), dengan kebutuhan energi listrik yang mencapai 475 MW (megawatt) atau meningkat 44% dari proyeksi tahun 2016 (330 MW).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Penjelasan Update Free Fire 'Misteri Bawah Laut' 8 April, Ada Tips Klaim Hadiah Anyar
-
5 Rekomendasi Tablet RAM 8 GB Termurah 2026: Kencang untuk Kerja, Belajar, dan Hiburan
-
LG Unjuk Inovasi AI di InnoFest 2026 APAC, Fokus pada Smart Home Masa Depan
-
69 Kode Redeem FF Max Terbaru 8 April 2026: Klaim SG2 Golden dan Quackman
-
5 HP dengan Fitur NFC Cepat dan Responsif, Transaksi Cashless Jadi Lebih Praktis
-
Tablet Gaming Redmi Anyar Bawa Dimensity 9500: Layar Compact, Pesaing iPad Mini
-
Video Unboxing Infinix GT 50 Pro Beredar: Dukung Sistem Pendingin dan Layar 144 Hz
-
5 HP Harga Rp2 Jutaan Terbaik 2026: Harga Irit, Spek Elit
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 8 April 2026, Klaim Hadiah Gratis dan Event Quackman
-
31 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 8 April 2026, Klaim Hadiah Gratis dan Event Dream Chaser UEFA