- Kewajiban verifikasi biometrik registrasi kartu SIM oleh Komdigi memicu diskusi keamanan siber karena potensi ganda.
- ADIGSI menekankan kebijakan harus mengutamakan *privacy-by-design* serta standar teknis pengelolaan data biometrik ketat.
- Operator seluler disarankan hanya menerima hasil verifikasi *match/no match* dan perlu transparansi pengolahan data pengguna.
Suara.com - Rencana Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) untuk mewajibkan verifikasi biometrik dalam registrasi kartu SIM memicu diskusi hangat di kalangan pemerhati keamanan siber.
Langkah ini dinilai sebagai pedang bermata dua, yakni mampu menekan angka penipuan, namun menyimpan risiko fatal jika tata kelolanya serampangan.
Ketua Umum Asosiasi Digitalisasi & Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI), Firlie Ganinduto, menekankan bahwa kebijakan ini wajib mengusung prinsip privacy-by-design sejak awal.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya sekadar meluncurkan kebijakan tanpa standar teknis yang rigid.
"Pemerintah perlu menetapkan standar teknis dan governance yang jelas, dengan minimalisasi data (hindari penyimpanan foto mentah/biometrik oleh operator)," ujar Firlie dalam keterangannya kepada Suara.com, belum lama ini.
Jangan Simpan Foto Mentah
Salah satu poin krusial yang disoroti ADIGSI adalah bagaimana operator seluler mengelola data sensitif tersebut.
Firlie menyarankan agar operator tidak menyimpan data biometrik pengguna secara utuh, melainkan cukup menerima hasil verifikasi saja.
"Idealnya operator hanya menerima hasil verifikasi ‘match / no match’ atau token," tambahnya.
Baca Juga: Registrasi SIM via Biometrik, Warga Bisa Terancam Kehilangan Hak Komunikasi
Lebih lanjut, ia merinci bahwa standar keamanan harus mencakup enkripsi tingkat tinggi, kontrol akses yang ketat, audit independen secara berkala, hingga aturan mengenai kapan data tersebut harus dihapus (retensi data).
Transparansi adalah Kunci
Firlie juga mengingatkan bahwa masyarakat berhak tahu bagaimana data wajah mereka diproses.
Transparansi mengenai siapa pengendali datanya dan apa hak pemilik data harus dijelaskan secara gamblang.
Selain itu, pemerintah juga harus memikirkan solusi bagi warga yang mungkin mengalami kendala teknis saat melakukan pemindaian biometrik.
Baginya, klaim keamanan dari pemerintah tidak boleh hanya manis di atas kertas.
Berita Terkait
-
BAKTI Komdigi Akui Ada 2.121 Desa di Indonesia Belum Kebagian Internet
-
Starlink Banyak Dipakai Korban Banjir Sumatra, Bisakah Indonesia Bikin Satelit Pesaing?
-
Komdigi Bantah Kalah Cepat dari Starlink Pulihkan Internet di Lokasi Banjir Sumatra
-
BAKTI Komdigi Sukses Sediakan 30 Ribu Akses Internet Berkat Satelit Satria-1
-
Bencana Banjir Sumatra, BAKTI Komdigi Sediakan 18 Akses Internet dari Satelit Satria-1
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Pemain TOTY dan Gems Gratis
-
5 Alasan Huawei FreeClip 2 Wajib Jadi Partner Anti-Lepas Walau Lari Kencang
-
Indonesia Rising Stars Award 2026 Beri Apresiasi untuk PLN Mobile
-
Peran Inovatif Telkomsel Berbuah Penghargaan Impact Solution
-
Paspor hingga Kartu Identitas Dijual Mulai Rp250 Ribuan di Dark Web
-
Iqbaal Ramadhan Resmi Jadi Wajah Reno15 Series, Oppo Bidik Generasi Muda
-
Redmi Buds 8 Lite Rilis Global: TWS Harga Murah Meriah dengan ANC, Siap ke Indonesia
-
55 Kode Redeem FF Terbaru 16 Januari 2026: Raih Gojo Arrival dan Tsukamoto Backpack
-
Rumor Nintendo Switch 2 Pro OLED, Kode Misterius Muncul di Situs Resmi