Pada Jumat (9/12/2016), Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meresmikan secara bersamaan 3 (tiga) Vessel Traffic Services (VTS) milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yaitu VTS Belawan, VTS Palembang, dan VTS Surabaya bertempat di Kantor Stasiun Radio dan Pantai Belawan, Provinsi Sumatera Utara. Pembangunan VTS ini dimaksudkan untuk menyediakan bantuan kepada industri pelayaran di alur pelayaran padat dan sibuk serta mempunyai tingkat resiko yang tinggi. Hingga saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah memiliki 21 VTS yang tersebar hampir di seluruh wilayah Distrik Navigasi di Indonesia.
Menurut Menhub keberadaan VTS yang terintegrasi ditujukan untuk memonitor lalu lintas pelayaran dan alur lintas pelayaran, mendorong efisiensi bernavigasi, perlindungan lingkungan maritim serta memberikan kemampuan bagi pihak terkait untuk berinteraksi dan menanggapi perkembangan situasi lalu-lintas kapal di wilayah VTS dengan menggunakan sarana perangkat radio dan elektronika pelayaran secara real time.
“Saya berharap dengan dibangunnya VTS ini dapat menurunkan resiko kecelakaan kapal sehingga mampu memberikan rasa aman bagi pengguna jasa pelayaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja ekonomi,” tambah Menhub.
Selanjutnya Menhub berpesan agar peralatan VTS yang sudah canggih ini harus didukung dengan SDM yang profesional, karena secanggih apapun alat yang digunakan namun bila tidak didukung dengan SDM yang profesional maka tidak akan berguna.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, A. Tonny Budiono menjelaskan bahwa pengembangan VTS Belawan, VTS Palembang dan VTS Surabaya ini dilakukan pada tahun 2015 dengan menggunakan dana APBN yang ketiganya dilengkapi dengan berbagai peralatan dan teknologi pendukung yang modern sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik dalam mendukung keselamatan pelayaran yang berada dalam wilayah cakupan sistem tersebut.
“Sedangkan jenis layanan yang dapat diberikan oleh setiap stasiun VTS antara lain Pelayanan Informasi (Information Service), Pelayanan Bantu Navigasi (Navigation Assistence Service), dan Pelayanan Pengorganisasian Lalu Lintas (Traffic Organization Service),” jelasnya.
Tonny juga berharap dengan dibangunnya ketiga VTS ini dapat memberikan manfaat yang besar dalam menjamin keselamatan pelayaran serta dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para operator pengguna jasa transportasi laut sehingga akan dapat meningkatkan PNBP Jasa Kenavigasian pada masing-masing VTS sesuai dengan tarif yang telah diatur oleh PP No.15 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di Lingkungan Kementerian Perhubungan.
Adapun operasional ketiga Stasiun VTS ini telah berjalan dan berfungsi secara penuh dalam memberikan pelayanan serta didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdiri dari Kepala Stasiun VTS, Supervisor, Operator, Teknisi dan Administrator. Berikut adalah kondisi pembangunan fisik dan operasional pada VTS Belawan, VTS Palembang, dan VTS Surabaya:
VTS Belawan : Pengembangan VTS Belawan dilaksanakan pada tahun 2015 yang meliputi Bangunan Gedung VTS 9 (sembilan) lantai dengan tinggi bangunan 34,6 meter dan dilengkapi Peralatan VTS seperti Radar, Automatic Identification System (AIS), Radio VHF Communication, CCTV, Meteorologi Sensor dan peralatan pendukung lainnya. Adapun sejak tanggal 1 April 2016 Stasiun VTS Belawan telah melakukan Penarikan PNBP Jasa Kenavigasian VTS dan sampai dengan saat ini memiliki pendapatan perbulan sekitar 70 juta rupiah.
Baca Juga: Menhub: Lulusan Vokasi Harus Siap Berkompetisi
VTS Palembang : Pengembangan VTS Palembang dilaksanakan pada tahun 2015 yang meliputi Bangunan Gedung VTS 9 (sembilan) lantai, dan Peralatan VTS seperti Radar, Automatic Identification System (AIS), Radio VHF Communication, CCTV, Meteorologi Sensor dan peralatan pendukung lainnya. Di samping itu, Stasiun VTS Palembang juga telah melakukan Penarikan PNBP Jasa Kenavigasian VTS yang dimulai pada tanggal 1 Juli 2016 dan hingga saat ini memiliki pendapatan setiap bulannya sekitar 60 juta rupiah.
VTS Surabaya : Pengembangan VTS Surabaya dilaksanakan pada tahun 2015 yang meliputi Bangunan Gedung VTS 9 (Sembilan) lantai dengan tinggi 34,5 meter dan dilengkapi peralatan VTS seperti Radar, Automatic Identification System (AIS), Radio VHF Communication, CCTV, Meteorologi Sensor. Pada Stasiun VTS Surabaya juga telah dilakukan Penarikan PNBP Jasa Kenavigasian VTS yang dimulai pada tanggal 1 Juni 2016 dan sampai dengan saat ini memiliki pemasukan PNBP perbulan sekitar 200 juta rupiah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Terpopuler: Fitur Baru iOS 26.5, Rekomendasi HP Midrange Chipset Mediatek Dimensity Terkencang
-
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Mei 2026: Intip Bocoran Pemain buat Esok Hari
-
32 Kode Redeem FF Terbaru 13 Mei 2026: Sistem Pity untuk Event Bundle Eclipse
-
Smart TV Samsung Berteknologi Micro RGB Diluncurkan di Indonesia
-
HP Gaming Lenovo Legion Y70 2026 Terlihat di Geekbench, Baterai Diklaim Tahan 19 Jam
-
2 Rekomendasi iPhone Turun Harga Terbaik 2026, Versi David GadgetIn
-
'Duta Artikulasi' Minta Maaf, Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Jadi Bahan Meme
-
Bocoran Vivo X500 Series Muncul, Ukuran Layar dan Kamera 200MP Mulai Terungkap
-
TikTok Shop Bantu Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara, Penjualan LIVE Naik hingga 50 Kali Lipat
-
Spesifikasi iPhone 17e di Indonesia: Pakai Chip Apple A19, Harga Lebih Miring