Suara.com - Hari ini, Senin (16/1/2017) Front Pembela Islam (FPI) menghimpun ribuan laskarnya untuk melakukan aksi demo ke Mabes Polri. Bertepatan dengan aksi demo yang dilancarkan Ormas satu ini, akun Twitter resmi @DPP_FPI dan Pemimpin FPI Rizieq Syihab @syihabrizieq terblokir.
Dari pantauan Suara.com, saat dibuka kedua akun tersebut tertera informasi bahwa akun telah diblokir.
Pihak Twitter melalui surat elektroniknya menyatakan beberapa alasan dilakukannya penangguhan tersebut.
"Kami memiliki peraturan serta Term of Service yang menjelaskan bagaimana platform ini dapat memberikan manfaat sekaligus melindungi para pengguna," tulis Twitter melalui surat elektroniknya kepada Suara.com, Senin (16/1/2017).
"Dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna di Twitter, kami dapat menangguhkan akun yang melanggar Peraturan Twitter. Penangguhan akun terjadi berdasarkan laporan-laporan yang kami terima dari pengguna melalui prosedur pelaporan pelanggaran yang kami miliki (https://support.twitter.com/articles/15789)," lanjutnya.
Tidak sampai situ, pihak Twitter pun melakukan proses lanjutan, yakni diproses seksama hingga ke San Fransisco dan Dublin.
"Laporan-laporan yang masuk diproses secara seksama oleh tim kami di San Fransisco (Amerika Serikat) dan Dublin (Irlandia). Jika terbukti melanggar Peraturan Twitter, maka sebuah akun dapat ditangguhkan," terang Twitter.
Media sosial berlogo burung biru itu pun menjelaskan, apabila sebuah akun ditangguhkan, pengguna tersebut akan mendapat notifikasi dari Twitter.
Baca Juga: Tati Belum Laporkan Nassar soal Pencemaran Nama Baik
Namun, sifat penangguhan yang dibuat Twitter tersebut sifatnya tidak mutlak. Karena bagi pengguna terkait dapat mengajukan banding jika merasa tidak melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Twitter maupun Terms of Service.
"Pengguna dapat melakukan BRIM (Block, Report, Ignore, Mute) terhadap konten atau akun yang membuat mereka tidak nyaman. Kami berharap, pengguna Indonesia tidak sungkan melaporkan akun atau konten yang tidak sesuai dengan Peraturan Twitter, demi terciptanya Twitter yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh pengguna," tutupnya.
Seperti diketahui, seluruh dunia kini tengah gencar-gencarnya memerangi berita palsu atau Hoax yang kerap tersebar melalui media sosial. Bahkan, Kemenkominfo menutup puluhan situs yang dianggap hanya menyebarluaskan berbagai berita palsu dan dianggap menimbulkan keresahan di masyarakat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%
-
Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon
-
9 Orang Jadi Tersangka Penyerangan Warga di Rokan Hulu, Ngaku Dibayar
-
Drama Siswi SMK Magetan Melahirkan Sendiri Lalu Tinggalkan Bayi di Bawah Pohon Randu
-
Menlu RI soal Kunjungan PM Xanana Gusmao ke Rumah Jokowi di Solo
-
Spek Xiaomi Pad 9 Pro Bocor: Tablet Flagship Usung Chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 11.000 mAh
-
Impor Garam Ditargetkan Setop 2029, Produksi Nasional Digenjot
-
AI Makin Haus Data, XLSMART Suntik Rp20 Triliun untuk Perkuat Jaringan
-
6 HP Murah Chipset Snapdragon, Harga Mulai Rp1 Jutaan per September 2026
-
Polisi Tangkap Pria di Blora Terkait Hilangnya Mozza, Pengakuan Pelaku Bikin Merinding!