Suara.com - Pada 1433, artis Jan van Eyck menciptakan genre yang sama sekali baru dari lukisan, sambil duduk tenang saat dia berada di studionya di Bruges. Dia melakukannya dengan bantuan sebuah terobosan ilmiah yang memungkinkan insinyur Jerman untuk membuat beberapa cermin pertama berkualitas tinggi di dunia.
Cermin Jerman yang baru dibuat dengan melapisi kaca dengan amalgam timah dan merkuri. Refleksi di cermin ini lebih tajam dari apa pun di dunia yang pernah dilihat. Ini yang kemudian menimbulkan ide gila van Eyck untuk membuat potret diri (selfie).
Selama abad berikutnya, sebagai Renaissance berkembang dengan eksperimen dalam ilmu dan seni di Eropa. Selfie menjadi semakin menggila.
Albrecht Dürer, artis dan ahli matematika, terkenal karena serangkaian potret diri yang ia ciptakan pada akhir abad ke-15 dan awal ke-16. Dengan abad ke-19 dan ke-20, artis seperti Vincent van Gogh dan Frida Kahlo yang menciptakan potret diri nyata dan abstrak, untuk mengekspresikan emosi secara intens.
Ilmuwan kognitif Universitas Bamburg Claus-Christian Carbon, mereka mengantisipasi selfie saat ini. Dimana kini orang menggunakan filter dan alat peraga untuk mengungkapkan perasaannya.
Carbon adalah penulis dari studi baru yang menarik tentang bagaimana selfie yang sebenarnya merupakan bagian dari sejarah berusia 500 tahun lalu. Kemudian selfie tumbuh dari berbagai kemajuan teknologi dan sesuai kebutuhan manusia.
Dia menunjukkan bahwa awalnya selfie Dürer diakui sebagai tanda kekayaan, seperti kerah bulu untuk anggota elit sosial. Menariknya, ketika Dürer menggambar dirinya dengan kerah ini pada tahun 1500, itu beberapa tahun sebelum ia memiliki posisi sosial yang memungkinkan dia memakai kerah terbuka.
Jadi lukisan dirinya dengan kerah adalah semacam bualan, mirip dengan apa yang Anda lihat di foto narsis orang memamerkan harta mereka mahal.
Potret diri yang berisi gambar simbolik atau ekspresi wajah terdistorsi, bertujuan untuk menangkap bagaimana suasana model gambar pada saat tertentu. Menurut Carbon, potret diri tersebut bertujuan untuk meminta simpati dari publik.
Baca Juga: Dibanjiri Keluhan, Twitter Tak Jadi Ubah Desain
Mungkin itu sebabnya salah satu potret diri paling terkenal, Frida Kahlo, yang menunjukkan artis dengan kalung duri, bahunya diapit monyet dan kucing hitam. Kini, gaya foto seperti itu bisa didapat dengan menggunakan filter Snapchat, untuk menyampaikan pesan yang transendensi dan menggambarkan penderitaan.
Apa yang memisahkan sejarah potret diri dari selfie adalah waktu dan uang yang diperlukan untuk membuatnya. Empat abad yang lalu, sebuah potret diri mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan dan memerlukan dana yang mahal.
Bahkan 150 tahun yang lalu, kamera potret diri membutuhkan waktu, sekitar sepuluh menit dan peralatan untuk melakukannya tidak mudah didapatkan. Dulu, kamera selfie seperti Daguerreotype yang diambil Robert Cornelius pada 1839, membutuhkan berjam-jam dan menelan biaya tinggi. Bahkan, tidak mungkin melihat bagaimana foto yang akan jadi nantinya pada kamera.
Revolusi teknologi lain diperlukan untuk mengantar selfie ke era sekarang. Kamera depan pada ponsel akhirnya membuat potret diri menjadi sesuatu yang bisa dilakukan dalam beberapa detik.
Mungkin tidak semua dari kita yang mengetahui jika teknologi selfie yang kini menjadi tren, berasal dari teknologi 500 tahun lalu. [Arstechnica]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
Terkini
-
Daftar Harga MacBook Juli 2026 Meroket Akibat Krisis RAM Global, Tak Ada Lagi yang Rp 10 Jutaan
-
4 Rekomendasi Walkie Talkie Jarak Jauh Murah Berdasarkan Review Pembeli
-
Bedah Spesifikasi Vivo T5, HP Rp 3 Jutaan dengan Baterai Raksasa 7.200 mAh
-
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Xbox Paling Terdampak
-
4 HP Murah Terbaru Spek Oke Mulai Rp1 Jutaan, Ada yang Mirip iPhone 17 Pro
-
Transaksi Digital Makin Mudah, OVO Ingatkan Bahaya Pengeluaran Kecil yang Diam-Diam Menguras Gaji
-
Water Heater Listrik Low Watt Makin Diminati, Ini Teknologi Hemat Listrik dan Fitur Keamanan Penting
-
Indosat Tancap Gas Bangun AI Indonesia, Vikram Sinha Lanjut Pimpin Transformasi hingga 2031
-
Xiaomi Siapkan Kejutan di IFA 2026, Investasi AI Rp151 Triliun Perkuat Ekspansi ke Eropa
-
Tren Belanja Cepat Makin Mengubah Gaya Hidup Digital Masyarakat