Suara.com - Menkominfo menghimbau percepatan pembayaran nontunai atau dikenal dengan cashless bagi masyarakat Indonesia. Menurut Rudiantara, infrastruktur yang sudah ada ini sepadan dengan apa yang ada di Beijing, Cina.
"Infrastruktur kita tidak kalah sama beijing. Tapi mereka dimana-mana sudah menggunakan teknologi digital untuk transaksinya," kata Menkominfo Rudiantara saat peluncuran "Program Rakyat dan UMKM Go Digital" di Jakarta, Selasa (19/12/2017).
Untuk mendukung hal ini, dia menambahkan, dirinya telah meminta kepada Direktur Utama PD Pasar Jaya untuk terbuka dengan semua operator yang ingin menarik infrastrukturnya, dalam hal ini pembayaran secara nontunai.
"Kasih dong! Jagan bikin susah! Udah gitu suruh bayar mahal lagi," tegasnya.
Chief RA, sapaan akrabnya, menekankan perlunya regulasi dari Bank Indonesia untuk memperluas jaringan Digitalisasi di Indonesia.
"Di Tiongkok ada 500 juta pengguna Alipay dan bisa transaksi seperti ini. Salah satu kenapa bisa maju adalah regulasi yang sangat mendukung. Kalau dari teknologi, kita tidak kalah dari Beijing," tuturnya.
Telkomsel menggandeng Kadin, Pemprov DKI Jakartadan PD Pasar Jaya, melalui T-CASH dan JAKmikro menggelar program Pasar Rakyat dan UMKM Go Digital. Tahap awal dari program ini adalah Pasar Modern Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dengan target 50 pedagang, sebagai soft launching.
"Kolaburasi ini merupakan langkah awal untuk membangun ekosiste keuangan digital yang terintegrasi bagi seluruh masyarakat, menggunakan layanan produk digital yang mudah digunakan," ujar Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah.
Dia pun menyampaikan berbagai kelebihan dari transaksi secara digital ini.
Baca Juga: Biar Sehat, Rudiantara Minta Operator Lakukan Konsolidasi
"Keamanan transaksi secara digital lebih terjaga. Jika hp atau stiker hilang, jangan khawatir selaa pencuri tidak mengetahui PIN nya, uang aman ada di server," jelasnya.
Sayang, Ririek tidak menyampaikan secara rinci berapa target dari program ini.
"Hingga akhir tahun 2017 sudah lebih dari 10 juta pengguna. Targetnya sih ingin sebanyak-banyaknya, setidaknya dua kali lipat dari yang sudah ada sekarang," pungkasnya.
Program tersebut memungkinkan pembeli berbelanja di kios pengguna T-CASh untuk membayardengan memanfaatkan layanan uang digital Telkomsel tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Samsung Galaxy A27 5G Tantang HP Mid-Range, Bawa AI Premium dan Garansi Update hingga 2032
-
Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports
-
Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS
-
5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
-
ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif
-
HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?
-
Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus