Suara.com - Para peneliti McAfee menemukan serangan siber, berupa phishing dan malware, yang ditujukan pada organisasi yang menyediakan infrastruktur dan dukungan lainnya untuk olimpiade Musim Dingin 2018.
Serangan tersebut menargetkan sejumlah organisasi yang terlibat dalam Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin, yang akan berlangsung di Pyeongchang, Korea Selatan, bulan depan.
Dijelaskan oleh McAfee, para peretas menggunakan bentuk malware yang sama sekali berbeda untuk mengambil alih komputer korbannya.
"Malware khusus ini belum pernah terlihat sebelumnya dan ini diciptakan sendiri oleh penyerang," Ryan Sherstobitoff, analis senior McAfee Advanced Threat Research kepada ZDNet.
Dalam penelitian McAfee, peretas menggunakan email yang dirancang agar terlihat seolah-olah berasal dari Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional Korea Selatan. Email tersebut tampak asli dengan alamat email yang meyakinkan.
Email yang ditulis dalam huruf Korea ini, berisikan laporan dari sebuah badan pemerintah Korea Selatan. Email tersebut mengarahkan calon korban ke dokumen Word terlampir, yang seolah-olah dibuat oleh penyelanggara Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.
Jika dibuka, dokumen tersebut memberitahu pengguna bahwa mereka harus mengklik untuk mengaktifkan konten, yang jika diaktifkan, memungkinkan macros untuk menginstal malware agar berjalan melalui skrip PowerShell yang tersembunyi.
Periset mencatat bahwa serangan tersebut menggunakan alat stenografi open source untuk menyematkan skrip PowerShell ke dalam file gambar, yang memungkinkan penyerang untuk menanamkan gambar dari jauh melalui server.
Selama penyelidikan, para peneliti menemukan log server Apache yang menunjukkan alamat IP dari Korea Selatan yang menghubungkan jalur URL berisikan implan PowerShell, yang mengindikasikan bahwa sasaran yang dituju kemungkinan besar telah terinfeksi.
Periset tidak yakin berapa banyak yang telah terinfeksi oleh serangan tersebut, namun serangan itu diperkirakan akan menargetkan berbagai macam organisasi Korea Selatan menjelang Olimpiade Musim Dingin. Dalam serangan di masa lalu, peretas berhasil mencuri kata kunci dan informasi keuangan korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar