Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, pada Kamis (5/4/2018), menyindir Facebook yang dinilainya berperan dalam penyebaran hoaks atau informasi bohong di Myanmar yang berujung pada pembantaian etnis minoritas Rohingya.
Sindiran itu diumbar Rudiantara di Istana Presiden, sebelum menerima perwakilan Facebook Indonesia di Kantor Kominfo untuk membahas skandal kebocoran data 1.096.666 pengguna Facebook Indonesia ke sebuah perusahaan analisis data politik di Inggris.
"Kan mereka sendiri sudah mengakui kalau di Rohingya itu mereka digunakan untuk penyebaran hoaks," kata Rudiantara.
"Makanya saya bikin statement, bahwa kalau saya harus shutdown, saya akan shutdown. Jadi pemerintah tidak punya keraguan soal itu, apabila fakta-faktanya mencukupi," tegas Rudiantara menambahkan.
Sebelumnya pada kesempatan yang sama Rudiantara mengatakan akan menggandeng kepolisian untuk menyelidiki kelalaian Facebook yang menyebaban bocornya data pengguna Facebook Indonesia ke Cambridge Analytica.
Ia mengatakan jika ditemukan pelanggaran pidana, pihak-pihak yang bertanggung jawab bisa terancam hukuman penjara hingga 12 tahun dan denda sebesar Rp12 miliar.
Facebook Jadi Alat Picu Genosida Rohingya di Myanmar
Facebook sebelumnya sudah dituding bertanggung jawab atas pembantaian massal etnis Rohingya di Myanmar. Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Maret lalu dalam laporan resminya mengatakan bahwa Facebook turut menyebarkan ujaran kebencian yang berujung pada genosida terhadap kelompok minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.
Baca Juga: Menkominfo Gandeng Kapolri Soal Kebocoran Data Pengguna Facebook
Marzuki Darusman, kepala Misi Pencari Fakta PBB di Myanmar, mengatakan bahwa Facebook memainkan peran menentukan dalam krisis Myanmar, yang menyebabkan lebih dari 650.000 Muslim Rohingya mengungsi meninggalkan kampung halaman mereka.
Sementara The Guardian dalam laporannya pada Selasa (3/4/2018) mengungkapkan bahwa ujaran kebencian melonjak drastis di Facebook sejak permulaan krisis kemanusian di Myanmar pada 2016 hingga 2017 lalu.
Mengutip data hasil analisis peneliti digital, Raymond Serrato, The Guardian melaporkan ada sekitar 15.000 postingan dari pendukung kelompok nasionalis garis keras Ma Ba Tha di Facebook yang berisi ujaran kebencian terhadap kelompok minoritas Rohingya.
Postingan ujaran kebencian yang mayoritas berisi hoaks itu bermula pada Juni 2016 dan mencapai puncaknya pada Agustus 2017, ketika kelompok milisi Rohingya, ARSA, menyerang pos-pos militer Myanmar.
"Facebook jelas membantu elemen-elemen tertentu dalam masyarakat untuk menggiring narasi konflik di Myanmar," kata Serrato.
Berita Terkait
-
Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
-
Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam
-
Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!
-
Tak Ada Jalan, Perahu Jadi Andalan Siswa Berangkat Sekolah di Muara Gembong
-
As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang
-
RI Masih Dapat Berkah dari Geopolitik, Investasi Tetap Mengalir Rp1.010,6 T di Semester I
-
Indonesia Masuki Era Penduduk Menua, Lansia Butuh Banyak Rumah Sehat
-
Breakingnews! Selat Hormuz di Ambang Lumpuh Total
-
Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik
-
5 Manfaat Tretinoin untuk Kulit Wajah, Lebih dari Sekadar Obat Jerawat
-
Sekilas Millwall FC Klub Baru Elkan Baggott: Lahir dari Buruh Dibesarkan oleh Konflik