Suara.com - Para ilmuwan telah menemukan mikroplastik dalam jumlah besar beku di es laut Arktik, Kutub Utara. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga terlihat kondisi sekarang menjadi sangat mengkhawatirkan.
Analisis inti es dari seluruh wilayah menemukan tingkat polusi hingga tiga kali lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya. Setiap liter es laut mengandung sekitar 12.000 partikel plastik, yang kini diketahui oleh para ilmuwan sedang dicerna oleh para hewan.
Berdasarkan analisis mereka, para peneliti mampu melacak jejak fragmen-fragmen kecil itu dari tempat asal mereka.
“Kami melihat jejak manusia yang jelas di Kutub Utara,” kata penulis pertama penelitian, Dr Ilka Peeken.
"Ini menunjukkan bahwa mikroplastik sekarang ada di mana-mana di permukaan air laut dunia. Tidak ada yang terlewatkan," kata Dr Jeremy Wilkinson, fisikawan es laut di British Antarctic Survey yang tidak terlibat dengan penelitian ini.
Dr Peeken dan timnya di Institut Alfred Wegener untuk Penelitian Kutub dan Kelautan, mengumpulkan sampel inti es selama tiga ekspedisi pada penelitian pemecah es Polarstern.
Pelayaran mereka meliputi lima wilayah sepanjang Drift Transpolar dan Selat Fram, yang menyalurkan es laut dari Arctic Tengah ke Atlantik Utara.
Tidak hanya es laut kutub yang bertindak sebagai penyimpan plastik laut yang berpotensi dilepaskan ketika suhu global menjadi lebih hangat karena perubahan iklim, pergerakan es laut bisa menyimpan mikroplastik di area yang sebelumnya bebas plastik.
Para peneliti menganalisis, sampel mereka menggunakan perangkat yang dikenal sebagai spektrometer inframerah Fourier-transform.
Baca Juga: Mikroplastik Ternyata Ada Dimana - mana, Ini Bukti Ilmiahnya
Hal ini memungkinkan mereka untuk memeriksa lapisan inti es secara berlapis dan dengan sangat rinci, mengerjakan asal-usul bahkan potongan terkecil dari plastik.
"Yang menarik juga adalah Anda memiliki sumber yang sangat terlokalisasi, mengirimkan partikel cat dan puntung rokok dan hal-hal seperti itu," kata Dr Peeken.
“Kami juga melihat polietilena, polimer sangat ringan yang ditemukan dalam jumlah sangat tinggi terutama di Arktik Tengah. Kami berpikir bahwa ada arus masuk dari Pasifik sehingga bisa menunjukkan bahwa itu berasal dari daerah itu. Kami melihat dampak besar polusi plastik yang berasal dari daerah perkotaan, banyak yang datang dari Atlantik dan dari Pasifik," ujarnya lagi.
Dalam makalah mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, para ilmuwan berspekulasi bahwa polietilen ini dapat berasal dari Great Pacific Garbage Patch.
Sebuah penelitian yang dirilis awal tahun ini, mengungkapkan 80.000 ton plastik mengambang di wilayah Samudra Pasifik dan perusahaan teknologi nirlaba The Ocean Cleanup baru-baru ini mengungkapkan, upaya pertamanya untuk mengatasinya. [Independent]
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
52 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Mei 2026: Klaim Kartu 115-120 dan Tag Gratis
-
73 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Mei 2026: Raih Parasut, Skin Eclipse, dan MP40 Cobra
-
Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini
-
Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?
-
Telkomsel Perkuat Layanan Digital Berbasis AI, Fokus Hadirkan Customer Experience Lebih Cepat
-
XLSMART Latih 25 Ribu Siswa Jadi Talenta Digital, Fokus pada Kreator Konten dan Skill Teknologi
-
3 Model Vivo X500 Series Terdaftar di IMEI, Usung Chipset Kencang Terbaru MediaTek
-
Qualcomm Rilis Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5, HP Mid-Range 2026 Bakal Makin Ngebut
-
Cloud Makin Rawan Diretas, ESET Hadirkan Proteksi AI untuk AWS, Azure, dan Google Cloud Gratis