2. Lempeng-lempeng bumi yang saling berdesakan dan suhu kawah yang meningkat secara signifikan
Hal ini menyebabkan tekanan besar menekan dan mendorong permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai gejala tektonik, vulkanik, dan meningkatkan aktivitas geologi gunung.
Foto: Seorang warga menyiram jalan raya yang tertutup abu vulkanis Gunung Merapi di Wonolelo, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (1/6) [Antara/Anis Efizudin]
Seperti yang terjadi pada erupsi Gunung Merapi tahun 2010 di mana pada bulan September BPPTK Yogyakarta meningkatkan status gunung dari normal aktif menjadi waspada. Pada saat itu Gunung Merapi menunjukkan aktivitas yang semakin meningkat dengan tingginya frekuensi gempa multifase dan gempa vulkanik.
Sementara itu sebagai tanda bahwa magma telah naik dan mencapai lapisan kawah paling bawah sehingga secara langsung akan mempengaruhi suhu kawah secara keseluruhan.
Naiknya magma ini bisa disebabkan oleh pergerakan tektonik pada lapisan bumi di bawah gunung dan pada akhirnya membuat magma terdorong ke atas. Erupsi pertama pada tahun 2010 terjadi pada 26 Oktober, sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan.
Letusan menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km dan disertai keluarnya awan panas. Sejak saat itu mulai terjadi muntahan awan panas secara tak teratur.
Mulai 28 Oktober 2010, Gunung Merapi memuntahkan lava pijar yang muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas. Selanjutnya mulai teramati titik api diam di puncak pada 1 November, menandai fase baru bahwa magma telah mencapai lubang kawah.
Baca Juga: Hukuman 5 Tahun Bagi Peretas Yahoo
3. Akibat tekanan yang sangat tinggi
Beberapa penyebab yang dijelaskan sebelumnya mendorong cairan magma untuk bergerak ke atas masuk ke saluran kawah dan keluar. Jika sepanjang proses magma menyusuri saluran kawah terdapat sumbatan, bisa menimbulkan ledakan yang dikenal dengan letusan gunung berapi.
Foto: Gunung Merapi kembali meletus, Jumat (1/6/2018) pagi [Foto: BNPB]
Semakin besar tekanan dan volume magmanya maka semakin kuat ledakan yang akan terjadi.
Hal yang terjadi pada erupsi Gunung Merapi 2010, sejak 3 November terjadi peningkatan aktivitas semburan lava dan awan panas. Erupsi eksplosif berupa letusan besar pada 4 November silam menghasilkan kolom awam setinggi 4 km dan semburan awan panas ke barbagai arah di kaki Merapi.
Tak hanya itu, adanya aliran lahar dingin juga mengancam kawasan lebih rendah setelah pada tanggal 4 November terjadi hujan deras di sekitar puncak Merapi.
Setelah terjadi letusan pada Mei 2018 lalu, kini Merapi kembali meletus. Pada Jumat, 1 Juni sekitar pukul 08.20 WIB terjadi erupsi Gunung Merapi selama sekitar dua menit dengan ketinggian kolom asap sekitar 6.000 meter dari puncak Merapi dan mengakibatkan hujan abu di kawasan utara serta barat daya puncak Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Magelang dan Magelang.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) menjelaskan letusan Merapi akhir-akhir ini sebagai gas yang dilepaskan dari magma, sedangkan magma belum bergerak ke atas.
Gunung Merapi mengalami letusan kedua pada Jumat pukul 20.24 WIB dengan material yang keluar membentuk kolom asap mencapai ketinggian sekitar 2.500 meter dari puncak gunung berapi tersebut. Lalu terjadi letusan ketiga pada pukul 21.00 WIB dengan kolom letusan tegak 1.000 meter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118