Suara.com - Empat miliar tahun ke depan, ilmuwan memprediksi bahwa Galaksi Bimasakti akan bertabrakan dengan galaksi tetangga, yaitu Andromeda. Namun, menurut penelitian yang diterbitkan di Oxford Academic dalam Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society, Galaksi Bimasakti akan bertabrakan terlebih dahulu dengan Awan Magellan Besar.
Awan Magellan Besar (AMB) merupakan salah satu galaksi kerdil terbesar dan terdekat yang mengelilingi Bimasakti sebagai galaksi satelit. AMB terletak pada jarak sekitar 163.000 tahun cahaya dari Bumi dan diperkirakan telah memasuki lingkungan Galaksi Bimasakti sekitar 1,5 miliar tahun yang lalu.
Pada awalnya, para ilmuwan berpikir bahwa AMB akan terus mengorbit Galaksi Bimasakti atau mungkin akan bergerak menjauh karena AMB bergerak sangat cepat. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa AMB memiliki lebih banyak materi gelap daripada yang diperkirakan dan perlahan akan bergerak mendekati Bimasakti.
Diperkirakan dalam sekitar 2,4 miliar tahun ke depan, AMB bertabrakan dengan Galaksi Bimasakti. Meskipun peristiwa tabrakan tersebut tidak akan menghancurkan Bimasakti sepenuhnya, tetapi diperkirakan akan memiliki dampak pada tata surya.
Dilansir dari IFL Science, para ilmuwan memperkirakan bahwa Sagitarius A*, lubang hitam supermasif di pusat Bimasakti, akan mendapatkan gelombang material besar di mana akan meningkatan massanya secara signifikan dan akan membuatnya kembali aktif.
Sagitarius A* saat ini memang tidak aktif dalam melahap material di sekitarnya, namun ketiga merger dengan AMB terjadi. Kemungkinan Sagitarius A* akan kembali aktif dan menghasilkan semburan material yang kuat pada suhu lebih tinggi dari inti Matahari.
Aktifnya Sagitarius A* juga dapat menyebabkan lubang hitam supermasif tersebut memancarkan banyak radiasi berenergi tinggi. Lubang hitam yang aktif seperti itu juga dapat membentuk angin panas raksasa yang bergerak melintasi seluruh galaksi, termasuk ke arah Bumi.
Dr. Marius Cautun dari Universitas Durham mengatakan bahwa ini akan membawa dampak pada tata surya, terlebih pada Matahari. Merger dua galaksi akan membuat bintang-bintang di kedua galaksi juga bergabung dan berinteraksi. Walaupun jarak antarbintang sangat jauh, tetapi gravitasi dari bintang-bintang besar bisa mempengaruhi gerak orbit planet yang mengelilinginya. [Academic/Dur/Iflscience]
Baca Juga: Astronom Temukan Galaksi Hantu Misterius di Dekat Bimasakti
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sharp AQUOS Wish6 Siap Debut, AI Bisa Deteksi Telepon Penipu dan Blokir Nomor Internasional
-
Isu Rudal Menipis di Perang Iran, Donald Trump Kasih Kejutan Kondisi Tentara AS Versi Dia Sendiri
-
Link Live Streaming Persib Bandung vs Persebaya: Memburu Gelar Juara Pra-Musim!
-
Ulasan Novel Supernova Akar, Petualangan Bodhi Mencari Jati Diri
-
Sindiran Menohok Pelatih Vietnam: Thom Haye Dibuat Mati Kutu oleh Pemain Lapis Kedua
-
Ratusan Senpi di Ruang Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Terbongkar! Disimpan Dalam Karung dan Styrofoam
-
Cara Mencuci Puff Cushion Agar Tidak Menjadi Sarang Bakteri, Pakai 5 Bahan Ini
-
5 Rekomendasi Jam Tangan Pintar dengan Fitur Kesehatan Lengkap 2026, Akurat Pantau Heart Rate
-
Sunscreen Gel untuk Jenis Kulit Apa? Ini 3 Pilihan Murah dan Bagus Menurut Pengguna
-
Iran, Oman dan Amerika Hampir Berdamai soal Selat Hormuz, Apa yang Mereka Mau?