2. Konjungsi Bulan dengan Saturnus
Posisi Saturnus akan tampak berada di dekat Bulan dengan jarak sekitar 3 derajat. Di langit Indonesia sendiri, peristiwa konjungsi ini akan terlihat di langit timur saat fajar, sebelum Matahari terbit.
Menurut In-The-Sky.org, keduanya akan mencapai ketinggian 46 derajat di atas cakrawala timur sebelum menghilang dari pandangan saat fajar terbit. Keduanya dapat dilihat di arah rasi bintang Sagitarius.
3. Konjungsi Bulan dengan Venus
Konjungsi Bulan dengan Venus, terjadi persis setelah konjungsi Bulan dengan Saturnus. Nantinya Bulan dan Venus akan terletak sejauh 4 derajat satu sama lain.
Bulan dan Venus akan terbit secara bersama-sama sekitar pukul 03:30 waktu setempat dan pengamat bisa terus mengamatinya hingga menjelang Matahari terbit. Konjungsi ini akan terjadi di langit timur, di mana Venus akan berada di sisi utara Bulan dan keduanya akan berada di depan rasi bintang Kaprikornus.
Baca Berikutnya
4. Ekuinoks Maret
Ekuinoks terjadi dua kali dalam setahun, di mana pada tahun 2019 ini akan terjadi sekitar pada 21 Maret ketika sumbu Bumi tidak teinklinasi terhadap Matahari dan pusat Matahari berada di bidang yang sama dengan khatulistiwa Bumi.
Baca Juga: Waspadai Scam Instagram Curi Data Pribadi dan Pemerasan!
Ekuinoks terjadi karena poros putaran Bumi miring pada sudut 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari. Menurut time and date, ekuinoks bulan Maret menandai hari pertama musim semi di Bumi belahan utara dan hari pertama musim gugur di Bumi belahan selatan. Pada hari ekuinoks terjadi, periode waktu siang dan malam di Bumi akan hampir sama persis 12 jam.
5. Konjungsi Mars dengan Pleiades
Pada Maret 2019, pengamat tak hanya diberi kesempatan untuk melihat konjungsi Bulan dengan planet, namun juga planet dengan gugus bintang. Menurut Astronomy.com, konjungsi Mars dan Pleiades akan terjadi pada 30 Maret mendatang.
Pleiades sendiri merupakan gugus bintang terdekat dan paling terang yang bisa diamati dari Bumi. Nantinya, Mars dan Pleiades akan berada sejauh 2 derajat dan dapat diamati setelah Matahari terbenam.
Namun, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah mulai pukul 19:00 waktu setempat. Keduanya akan berada di langit barat dan bisa diamati hingga sekitar pukul 20:30 waktu setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Dihadang Barikade Polisi, Massa Mahasiswa Tertahan di Senayan Park Saat Menuju Gedung DPR
-
Bukan di DPR, Front Mahasiswa Nasional Pilih Demo di Istana untuk Sampaikan 10 Tuntutan
-
Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
Terkini
-
Dari Paylater ke Mindful Spending: Saat Gen Z Lebih Bijak Kelola Keuangan
-
Banjir Masih Menghadang, Pengamat Kritik Pembangunan Kota Semarang: Cuma Reaksi Sesaat?
-
Gelar Sarjana Bukan Tiket Emas: Kenapa Lulusan Baru Susah Dapat Kerja?
-
Pria Asal Bekasi Diciduk Polisi Usai Ajak Kepung DPR
-
Prabowo-Gibran Hadiri Muktamar NU ke-35 di Jombang, Disambut Kiai dan Tokoh Nasional
-
Demo DPR Bikin Warga Ogah ke Mal, Gerai Pertokoan Tampak Sepi
-
Majalah Trubus dan Cara Uniknya Membawa Agrikultur ke Meja Pembaca
-
Tren Gila Industri Otomotif China yang Luncurkan Tiga Model Mobil Baru Setiap Hari
-
Massa Padati Gedung DPR Tapi Tak Ada Mobil Komando, Mahasiswa Orasi Pakai Toa Seadanya
-
Limbah Diduga Minyak Mentah Cemari 800 Meter Pantai Cemarajaya, Nelayan Karawang Resah