Suara.com - Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangarepan mengatakan PT Prawerdanet Aliansi Teknologi, perusahaan di balik jurdil2019.org, bisa mengajukan surat keberatan jika merasa dirugikan karena situsnya itu diblokir.
Semuel, dalam jumpa pers bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), memastikan pihaknya akan menjelaskan apa yang menjadi dasar Kominfo memblokir situs lembaga pemantau Pemilu tersebut.
"Setiap pemilik website yang merasa dirugikan dan ingin mengajukan banding bisa mengajukan surat ke kami. Nanti kami tunjukkan kesalahannya apa," tutur Samuel di Media Center Bawaslu RI, Jakarta, Selasa (23/4/2019).
Samuel menerangkan setiap tindakan pemblokiran yang dilakukan Kominfo sudah dipastikan karena telah ditemukan adanya unsur pelangggaran. Namun, Samuel kembali menegaskan bahwasanya semua pihak yang merasa dirugikan untuk mengajukan surat kepada Kominfo.
"Setiap pemblokiran itu sudah kita temukan unsur kesalahannya, unsur hukumnya. Pemblokiran adalah sanksi administrasi," ujarnya.
"Kalau memang merasa benar dan tidak (melanggar) silahkan bisa mengajukan. Beberapa website kita lakukan normalisasi, memang kalo terbukti, dan sudah dibersihkan," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Badan Pengawas Pemilu (RI), Fritz Edward Siregar mengatakan pemblokiran dan pencabutan akreditasi situs www.jurdil2019.org sebagai lembaga pemantau Pemilu kerena dinilai telah menyalahgunakan sertifikasi yang diberikan Bawaslu. Fritz menyampaikan sertifikasi yang diberikan Bawaslu kepada Jurdil 2019 untuk melakukan pemantauan Pemilu.
Fritz menuturkan PT Prawerdanet Aliansi Teknologi, perusahaan di balik jurdil2019.org, sebelumnya tercatat dan terdaftar sebagai lembaga pemantau Pemilu di Bawaslu dan berhak melakukan pemantauan dalam proses pemungutan suara dan penghitungan suara.
Namun, dalam perjalanannya, www.jurdil2019.org justru melakukan hitung cepat atau quick count serta mempublikasikan melalui siaran radio Bravo's Radio.
Selain itu, kata Fritz, dalam aplikasi dan video tutorial Jurdil 2019 juga diketahui memuat gambar salah satu simbol pendukung relawan dan Tahar atau hastag salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Menurutnya apa yang dilakukan jurdil2019.org telah menyalahi prinsip imparsialitas dan netralitas yang harus dipegang oleh lembaga pemantau pemilu.
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Viral Kuota Internet 50 GB Gratis Jelang Hari Kemerdekaan, Begini Penjelasan Resminya
-
Wamen Nezar Patria Sebut Pentingnya Digitalisasi buat Pengembangan Wilayah, Kenapa?
-
Tuntutan Berat untuk Eks Pegawai Kominfo: Denda Miliaran dan Penjara hingga 9 Tahun di Depan Mata
-
Diperiksa di Bui, Plate Lempar Tanggung Jawab Proyek PDNS ke Bawahan yang Jadi Tersangka
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118
-
45 Kode Redeem FF Terbaru 20 Juni 2026: Spesial Diskon 90% Kampus Icon dan Panen Token Eclipse