Suara.com - Perusahaan global cybersecurity Kaspersky telah mencegah serangan yang dilakukan Shlayer, keluarga malware trojan. Setidaknya, satu kali pada setiap sepuluh perangkat yang menggunakan macOS pada 2019. Ini menjadi ancaman besar bagi para pengguna macOS yang selama ini dianggap sebagai sistem yang aman.
Sistem distribusi malware ini menyebar melalui jaringan partner, situs hiburan, dan bahkan Wikipedia. Pelaku kejahatan melakukan tindakan tersebut untuk mendapatkan keuntungan dari pengguna macOS.
Naasnya, pendeteksian serangan macOS Shlayer yang dilakukan Karspersky di Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat teratas di antara negara-negara Asia Tenggara dengan jumlah deteksi sebesar 16,5 persen. Diikuti Filipina 15,8 persen, dan Malaysia 14,6 persen. Thailand berada di peringkat keempat dengan jumlah 10,3 persen, disusul Vietnam pada 9,6 persen, dan terakhir Singapura sebesar 6 persen.
"Platform macOS adalah sumber profit menjanjikan bagi para pelaku kejahatan siber, yang terus-menerus mencari cara baru untuk mengelabui pengguna dan secara aktif menggunakan teknik rekayasa sosial untuk menyebarkan malware mereka. Kasus ini menunjukkan bahwa ancaman seperti itu dapat ditemukan bahkan di situs yang sah sekalipun," ucap Anton Inanov, analis keamanan Kaspersky.
Shlayer mengkhususkan diri dalam pemasangan program adware yang meneror pengguna dengan memberi iklan terlarang, mencegat dan mengumpulkan permintaan browser pengguna, serta memodifikasi hasil pencarian untuk mendistribusikan lebih banyak pesan ikaln.
Penyebaran Shlayer di antara semua serangan pada perangkat macOS yang menggunakan produk Kaspersky pada periode Januari hingga November 2019 berjumlah hampir 29,28 persen, dengan hampir semua ancaman macOS sepuluh besar di antaranya adalah adware yang dipasang Shlayer AdWare.OSX.Bnodlero, AdWare.OSX.Geonei, AdWare.OSX.Pirrit, dan AdWare.OSX. Cimpli.
Proses infeksi sering terdiri dalam dua fase, di mana pengguna menginstal Shlayer kemudian malware menginstal jenis adware yang dipilih. Infeksi perangkat terjadi ketika pengguna tanpa sadatr mengunduh program berbahaya. Untuk mencapai tujuan instalasi, penjahat siber memuat sistem distribusi malware dengan sejumlah saluran yang mengarahkan pengguna mengunduh malware.
Pendistribusian terkadang dilakukan dengan mendireksikan ke halaman pembaruan Adobe Flash palsu yang akan mengarahkan pengguna dari berbagai layanana online besar dengan jutaan pemirsa, termasuk YouTube, di mana tautan ke situs web berbahaya dimasukkan dalam deskripsi video. Pengguna yang mengklik tautan ini juga akan diarahkan ke halaman arahan unduhan Shlayer.
Peneliti Kaspersky menemukan 700 domain dengan konten berbahaya, tautan yang ditempatkan di berbagai situs web sah.
Baca Juga: Bantu Lawan Virus Corona, Xiaomi Hadirkan Fitur Khusus Ini
Untuk mengurangi risiko infeksi malware Shlayer, pengguna dapat menginstal program dan pembaruan hanya dari sumber tepercaya, mencari informasi lebih lanjut tentang situs web hiburan yang ingin pengguna kunjungi, dan menggunakan solusi keamanan yang andal seperti Kaspersky Security Cloud yang memberikan perlindungan tingkat lanjut pada Mac serta PC dan perangkat seluler.
Berita Terkait
-
Sebar Virus Malware, Peretas asal Yogya dan Jakarta Beraksi sampai Afrika
-
30 Aplikasi Kamera Android Ini Terindikasi Berbahaya, Segera Hapus!
-
Bahaya! Smartphone Huawei Munculkan Peringatan Malware Google Allo
-
Serangan Ransomware Kepada Lembaga Pemerintah Meningkat Sepanjang 2019
-
Terungkap Gerbang Terbesar Masuknya Malware
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Peta Sebaran 'Amukan' Topik Tyas dan LPDP: Lebih Banyak di X, Netizen TikTok Kurang Peduli
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Jelang Lebaran 2026, Lengkap Semua Seri
-
69 Kode Redeem FF Aktif 24 Februari 2026: Klaim Crimson dan Gloo Wall Ramadhan Gratis
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Infrastruktur Digital Jadi Penentu Bisnis Ritel dan F&B
-
Penampakan Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Versi Global Terungkap Jelang Perilisan
-
17 HP Murah Redmi dan POCO dapat HyperOS 4 Berbasis Android 17, Ada Fitur Baru
-
MPL ID Season 17 Kapan Dimulai? Ini Bocoran Jadwal dan Roster Tim Mobile Legends
-
Viral Donald Trump Minta Prabowo Pegangi Dokumen BoP dan Pulpen, Ekspresinya Jadi Sorotan
-
Oppo Find N6 Segera Rilis: Lipatan Makin Tipis, Kamera 200MP dan Snapdragon 8 Elite Gen 5