Misalnya, jika jumlah pasien meningkat 2x setiap hari–setiap satu pasien menularkan ke dua orang–maka jumlah pasien pada hari pertama hingga hari ke-7 adalah: 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64.
Pada periode pekan pertama ini tampaknya jumlah pasien masih dapat ditangani petugas medis. Namun jika penggandaan berlanjut, pada akhir pekan kedua jumlah pasien sudah menjadi 8.192. Pada akhir pekan ketiga menjadi 1.048.576, menembus lebih satu juta.
Pada akhir pekan keempat menjadi 13.421.728, menembus lebih 10 juta.
Guna mencegah keadaan lebih buruk, penggandaan harus dihentikan sesegera mungkin di awal di saat jumlah pasien masih kecil.
Namun tampaknya banyak negara, termasuk Indonesia, tidak mengambil langkah-langkah drastis untuk mengurangi laju kenaikan pada saat awal karena menganggap jumlahnya masih kecil.
Laju kenaikan kasus juga bersifat dinamis, bisa naik atau turun, tergantung kepada periode waktu yang dianalisis dan intervensi yang dilakukan untuk mempengaruhi laju kenaikan tersebut.
Secara teoretis, intervensi seperti pembatasan kumpul sosial, pengetesan massal, dan isolasi kasus positif, seharusnya memperlambat jumlah kemunculan kasus baru.
Empat fase pergerakan wabah: kasus Korea Selatan, Italia, dan Iran
Ketiadaan atau kelambanan intervensi untuk mengurangi laju kenaikan kasus di tahap-tahap awal akan menghasilkan bencana. Kasus infeksi yang tidak terdeteksi ikut memperburuk perluasan wabah.
Baca Juga: Instagram Sensor Postingan Gatot Nurmantyo soal Salat Berjamaah
Dalam konteks wabah untuk penyakit menular, secara umum, ada empat periode: fase penundaan, fase eksponensial, fase statis, dan fase penurunan.
Fase penundaan
Fase penundaan sebenarnya merupakan fase awal ketika orang yang datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan belum banyak.
Masa inkubasi coronavirus adalah 1-24 hari. Lamanya waktu ketika orang terinfeksi sampai dengan kemunculan gejala memberikan kesempatan kepada virus untuk memperbanyak diri sekaligus menular dari satu orang ke orang lain.
Terlebih terdapat orang yang positif COVID-19 yang tidak menunjukkan gejala. Tanpa tes, mereka mungkin tidak menyadari dirinya adalah pembawa virus SARS-CoV-2.
Pada fase ini, kebanyakan otoritas kesehatan dan masyarakat cenderung abai bahkan mengingkari masalah dan tidak peduli terhadap tindakan pencegahan dan pengendalian.
Berita Terkait
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
Terkini
-
Usai Rilis Global, HP Murah POCO C81 Pro Bersiap Masuk ke Indonesia
-
HP Gaming Harga Miring, Spesifikasi Infinix GT 50 Pro yang Bebas Panas
-
iPhone Lipat Pertama Resmi Pakai Nama 'iPhone Ultra', MacBook Layar Sentuh Menyusul?
-
Smart Home Jadi Nyata Berkat AC AQUA AQA-KCR9VRAL Hadirkan Kontrol HP dan Sterilisasi UV
-
Monitor Gaming Anyar, Samsung Odyssey G8 Dukung Resolusi 6K Refresh Rate Tinggi
-
Xiaomi Rilis Redmi Pad 2 9.7: Tablet Ringkas 120Hz dan Snapdragon 6s Gen 2, Harga Mulai 3 Jutaan!
-
Harga Vivo TWS 5i Rp300 Ribu, TWS Murah Ini Usung Baterai Tahan Lama
-
Kapan EA Sports UFC 6 Rilis? Bocoran Gameplay-nya Terungkap ke Publik
-
Berapa Harga Infinix GT 50 Pro? Cek 4 Pilihan HP Gaming Spek Gahar Terbaru 2026
-
HP Baterai 8000mAh Pertama! realme C100 Siap Meluncur 7 Mei, Awetnya Sampai 7 Tahun?