Suara.com - WHO telah menetapkan wabah Virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi. Pandemi berarti sebuah epidemi yang telah menyebar ke beberapa negara atau benua dan menjangkiti banyak orang.
Penyebaran pandemi Virus Corona ini membuat sebagian besar pemerintah di seluruh dunia meminta agar warganya untuk beraktivitas di rumah dan bahkan ada yang memberlakukan lockdown atau kuncitara alias kunci sementara.
Untuk bisa tetap bertahan hidup di rumah, masyarakat harus memiliki cukup persediaan bahan makanan dan air bersih. Belakangan, seorang warganet membagikan foto roti yang memiliki nama unik karena cocok pada kondisi saat ini.
Dibagikan oleh akun Twitter @handokotjung pada 26 Maret 2020, pemilik akun mengunggah foto roti tawar Jepang yang dijual seharga Rp 16 ribu. Pada bungkus roti itu tertulis "Provence" dan di bagian bawahnya terdapat tulisan "Japanese Bread."
Nah, di papan keterangan roti tawar itu tertera nama dan harga. Menariknya, roti itu memiliki nama Pain De Mie, yang jika dibaca secara cepat seolah terdengar seperti menyebutkan kata "pandemi". Artinya dalam bahasa kita adalah roti tawar iris.
"Baru saja menemukan roti yang cocok untuk dikonsumsi di masa pandemi," tulis pemilik akun @handokotjung dalam kolom keterangan.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 200 kali ke sesama pengguna Twitter ini pun menuai beragam komentar dari warganet.
"Japanese bread, tapi namanya prencong, harganya rupiah. Mantap," tulis akun @lelyzaini_.
"Nggak salah sih," komentar @dody_meirizal.
Baca Juga: Pandemi COVID-19, Sistem Kesehatan Indonesia Berada di Tubir Jurang
"Udah serius merhatiin padahal," ungkap @dyanzr1.
"Apakah mengandung rasa mie mienya?" cuit @fatcatsssss.
"Kalau pendamping yang cocok di masa pandemi ada nggak ya," tambah @chacadnd1.
Wah, buat komentar yang paling bawah ini, bukannya mesti jaga jarak di saat physical distancing?
Catatan dari Redaksi:
Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 1,5 m persegi, dan tetap tinggal di rumah kecuali keperluan mendesak seperti berbelanja atau berobat. Bersama-sama, kita bisa mengatasi pandemi Coronavirus Disease atau COVID-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19
Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah Medan Bisa Nikmati Promo di Nelayan Restaurant hingga Pagi Sore
-
Nasib Ganti Rugi JPO Tendean Belum Jelas, Pemprov DKI Masih Negosiasi dengan Perusahaan Truk
-
4 Penny Loafers Lokal di Bawah Rp500 Ribu, Stylish dan Ramah di Kantong!
-
Kampus Bukan Mesin Cari Cuan, Asosiasi Dosen Minta RUU Sisdiknas Atur Batas Uang Kuliah
-
"Puncak Kemarau Panjang Mengintai, DPRD Jateng Desak Optimalisasi Embung dan Waduk"
-
4 Sepatu Lari Warna Pink Merek Lokal untuk Wanita, Lengkap Review Pembeli
-
DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur
-
Delapan Jam Menyusuri Baduy Mengubah Cara Saya Melihat Sampah
-
Cabai Habanero Terpedas Kini Dikembangkan di Indonesia, Apa Keunggulannya Dibanding Varietas Impor?
-
Toyota Tantang Kemampuan Siswa SMK Lewat Donasi Mesin Mobil Kejar Ketertinggalan Dunia Industri