Suara.com - Hujan batu es besar yang disebut berbentuk virus Corona (Covid-19) terjadi di Meksiko. Para warga setempat menyangkutpautkan hal itu sebagai "tanda dari Tuhan untuk tetap tinggal di rumah".
Kejadian tersebut terjadi di Montemorelos, Meksiko, dan warganet yang tinggal di wilayah tersebut membagikan gambar hujan es tersebut di media sosial dan menyebut bentuknya yang aneh karena mirip dengan virus Corona.
Partikel-partikel virus Corona yang menjadi penyebab pandemi saat ini diketahui berbentuk bulat dan biasanya memiliki lonjakan seperti mahkota.
Menurut Jose Miguel Vinas, seorang ahli meteorologi dan konsultan dari World Meteorologist Organization, bentuk aneh dari batu hujan es itu sebenarnya sering terjadi dalam badai besar.
Miguel Vinas menjelaskan bahwa di dalam badai, batu es akan mulai terbentuk sebagai bola kecil dan menumpuk lapisan es di atasnya.
"Selama badai yang sangat kuat ketika batu es sudah cukup besar dan menabrak, banyak dari batu es bersatu, saling menghancurkan dan menumbuk satu sama lain, membentuk paku es. Jadi yang jatuh ke tanah adalah piringan es yang tergencet, hancur menjadi bentuk seperti itu oleh pukulan keras atau peleburan batu es berukuran berbeda, yang menghasilkan bentuk bintang ini," ucap Miguel Vinas, seperti dikutip laman Mirror, Rabu (20/5/2020).
Salah satu pengguna media sosial bernama Darlene berkomentar dalam media sosialnya dan menulis, "Kemarin hujan batu es virus Corona, Tuhan mengirimkannya ke rumah kami untuk mengingatkan kami agar tetap berada di rumah."
Pengguna media sosial lainnya juga berkomentar, "Apakah ini pesan bawah sadar dari pencipta kita?"
Menurut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, saat ini Meksiko tercatat memiliki kasus virus Covid-19 sebanyak 51.633 kasus dengan kematian sebanyak 5.332 jiwa.
Baca Juga: Orang yang Pernah Flu, Lebih Kebal Terhadap Covid-19?
Berita Terkait
-
Efek Positif Wabah Corona, Air di Sungai ini Mendadak Jadi Jernih Kembali
-
Misteri Hujan Berwarna Hitam di Jepang
-
Catat! Setelah Jakarta, Kota-Kota Ini Bakal Alami Hari Tanpa Bayangan
-
Kagum Tapi Bikin Ngeri, Kumpulan Kapas Raksasa Ada di Dekat Pantai
-
Aneh, Bun Upas Turun di Dieng pada Musim Penghujan
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Game Silent Hill: Townfall Hadirkan Horor First-Person yang Mencekam di 2026
-
Trailer Anyar Film Mortal Combat 2 Beredar, Johnny Cage Bergabung ke Pertarungan
-
3 HP Motorola dapat Update Android 17 Beta: Ada Lini HP Murah, Hadirkan Fitur Baru
-
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 di Indonesia: Pakai Chipset Exynos Anyar dan Fitur AI
-
Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia, Spesifikasi Lengkap dan Fitur Galaxy AI Terbaru 2026
-
Publisher Game Indonesia Ingin Pindah ke LN Gegara Pajak Besar, Begini Respons Ditjen Pajak
-
Cara Mematikan MSA Xiaomi untuk Hilangkan Iklan dan Atasi Lemot
-
Viral Ditodong 'Kurang Bayar' Pajak, Publisher Game Indonesia Ingin Pindah ke Luar Negeri
-
52 Kode Redeem FF Terbaru 26 Februari 2026, Ada Gloo Wall dan Incubator Voucher
-
35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Februari 2026: Ada Pemain 117, Gems, dan Rank Up