Suara.com - Bubble wrap merupakan bahan pengemas dan pelindung yang terdiri dari gelembung-gelembung udara kecil, yang dirancang untuk melindungi barang. Umumnya, sebagian besar penjual menggunakan bubble wrap beberapa lapis agar barang aman dan selamat di tangan pembeli.
Belakangan, beredar penampakan penggunaan benda lain yang tak terduga sebagai pengganti bubble wrap untuk melindungi barang. Dibagikan akun Twitter @PenjahatGunung pada 21 Juni, pemilik akun mengunggah beberapa gambar yang memperlihatkan benda seperti bola.
Tetapi jika dilihat dengan teliti, itu merupakan potongan sabut kelapa yang dijadikan satu dan direkatkan menggunakan solasi. Tak disangka, ketika dibuka terlihat benda yang tampak seperti blok piston di dalam sabut kepala tersebut.
"Beli online: Packing bubble wrap (tanda silang). Packing sabut kelapa (tanda centang)," tulis pemilik akun @PenjahatGunung dalam kolom keterangan.
Unggahan itu pun menarik perhatian warganet karena dianggap unik dan anti mainstream. Alih-alih menggunakan bubble wrap yang terbuat dari plastik, penggunaan sabut kepala sebagai pengaman barang ini dianggap lebih ramah lingkungan.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 335 kali ke sesama pengguna Twitter ini pun menuai beragam komentar dari warganet.
"Ide bagus buat mengurangi sampah plastik," tulis akun @isfauz_.
"Ramah lingkungan," tambah @Jipangzzz.
"Ini lebih aman dari benturan kayaknya," komentar @Nathaalhakim.
Baca Juga: Virus Corona Bisa Bertahan di Paket Belanja Online?
"Bubble wrap dengan kearifan lokal. Tapi jangan dikasih ke emak, ntar malah dimasak itu isinya," cuit @hayy_bimm.
"Pengurangan penggunaan plastik," ungkap @m_burhanur.
Berita Terkait
-
Kasih Bintang Satu, Ulasan Pembeli Ini Berujung Gombal
-
Belanja Online Celana, Pembeli Ini Malah Review Bubble Wrap Paketnya
-
Paket Tertukar dengan iPad, Kejujuran Warganet Ini Bikin Salut
-
Kurang Teliti Baca Keterangan Produk, Pembeli Ini Rugi Rp 1,6 Juta
-
Iseng Jual Teman di E-Commerce, Alasan Pembelinya Bikin Merinding
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah
-
Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa
-
Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II
-
Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi
-
Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam
-
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi