Suara.com - Penggunaan masker penutup wajah telah disarankan oleh para petugas medis karena dapat menghambat penyebaran virus Corona (Covid-19). Tapi terkadang, menggunakan masker wajah bisa menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi pengguna kacamata karena sering membuat lensa berkabut.
Kabut atau embun akan muncul ketika pengguna mengenakan masker wajah dan napas hangat menyentuh permukaan kacamata yang relatif dingin. Ini bisa membahayakan pengguna karena bisa menghalangi penglihatan.
Ada beberapa cara untuk menyiasati agar kacamata tidak berkabut. Dilansir dari The Verge, Jumat (24/7/2020), berikut cara mencegah kacamata berkabut saat menggunakan masker penutup wajah:
1. Gunakan masker wajah dengan nose bridge
Jika pengguna menggunakan masker pas di hidung, napas pengguna pasti akan lolos dan mengenai kacamata. Banyak masker wajah yang dijual memiliki nose bridge, sebuah strip fleksibel yang bisa ditekuk dan membentuk sesuai batang hidung sehingga lebih nyaman di hidung.
Ini akan membuat masker wajah lebih efektif karena lebih sedikit uap air yang dapat keluar, membuat pengguna lebih nyaman, dan mencegah napas mengenai kacamata.
2. Letakkan kacamata di atas masker
Cara sederhana lainnya adalah dengan meletakkan bantalan kacamata atau bagian bawah kacamata di atas masker wajah sehingga bagian atasnya lebih tinggi di hidung pengguna. Dengan mengenakan kacamata di atas bahan masker akan menghalangi napas pengguna mengenai kacamata.
3. Gunakan sabun dan air
Baca Juga: Rasa Aman Palsu, Penggunaan Face Shield Tanpa Masker Dilarang di Swiss
Jika pengguna tidak memiliki lapisan khusus pada kacamata, pengguna dapat mencoba mencucinya dengan air sabun dan kemudian mengeringkannya. Tujuannya adalah sabun akan meninggalkan film yang mencegah kamacata berkabut.
4. Letakkan tisu di dalam masker
Jika pengguna menempelkan tisu yang terlipat di bawah masker di bagian pangkal hidung, tisu akan menyerap uap yang keluar dan menghindari kacamata pengguna berkabut.
5. Gunakan produk anti-kabut komersial
Opsi terakhir adalah membeli produk anti-kabut. Ada sejumlah semprotan anti-kabut yang tersedia secara komersial dan pembersih lensa yang mungkin patut untuk dicoba.
Berita Terkait
-
Cegah Corona Meluas, Hong Kong Wajibkan Penggunaan Masker di Mal dan Pasar
-
Diingatkan Pakai Masker, Pengunjung Restoran Ini Malah Tampar Staf Restoran
-
Tak Kenakan Masker di Bantul Kena Denda Rp100 Ribu
-
Corona Masih Merajalela, Penduduk Melbourne Kini Wajib Pakai Masker
-
Malaysia Godok Aturan Wajib Pakai Masker, Ini Ancaman buat Pelanggar!
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24 Akhir Pekan Tetap Menarik!
-
Bantu Ekonomi Negara, Tapi Hilirisasi Industri Agro Masih Minim
-
Pilihan Ban Baru Buat Pengguna Fortuner hingga Pajero Sport dari Accelera Omikron Rugged Terrain
-
AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami
-
Purbaya Jamin Kenaikan Tunjangan TNI dan Pegawai Kemhan Tak Perlebar Defisit APBN
-
Purbaya Bakal Lebih Aktif Tagih Pajak, Tapi Janji Tak Ada Kenaikan
-
Fan Meeting Win Metawin di Jakarta Penuh Momen Manis, dari Blusukan Hingga Panggil Penggemar Sayang
-
Kas Seret, WIKA Tunda Bayar Imbal Hasil Obligasi
-
Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Kaji Detail Wacana Kopdes Merah Putih Kelola Pabrik CPO
-
Keracunan MBG di Semarang Diduga Akibat Kualitas Bahan Makanan dan Proses Masak