Suara.com - Manusia telah lama melakukan perjalanan ke luar angkasa. Pada 2 November kemarin, menandai dua dekade kehadiran manusia secara terus-menerus di Stasiun Luar Angkasa (ISS) di orbit rendah Bumi.
20 tahun terakhir merupakan pencapaian luar biasa, dalam hal upaya manusia dan penelitian ilmiah. Tercatat ada 244 orang dari 19 negara berbeda yang pergi ke ISS, beberapa di antaranya telah berkunjung beberapa kali.
Sejauh ini, telah dilakukan lebih dari 3.000 penyelidikan ilmiah di ISS oleh para ilmuwan dari 108 negara dan ada sekitar 250 percobaan yang sedang berlangsung.
Dilansir dari IFL Science, Selasa (3/11/2020), ISS merupakan upaya kolaboratif dari 15 negara dan membutuhkan 42 penerbangan luar angkasa perakitan untuk membangunnya di orbit Bumi, di mana 37 di antaranya menggunakan program Space Shuttle yang sekarang telah pensiun.
Stasiun luar angkasa itu memiliki panjang rangka 109 meter dengan massa 419.725 kilogram dan terletak di ketinggian sekitar 410 kilometer dari permukaan. ISS bergerak dengan kecepatan 7,66 kilometer per detik mengelilingi Bumi dan gerakan ini menciptakan gayaberat mikro.
ISS pun tampaknya mulai menunjukkan umurnya. Beberapa waktu lalu, sistem pasokan oksigen Rusia mengalami masalah dan NASA perlahan-lahan harus mengganti semua baterai.
Namun, NASA dan mitranya dari Rusia, Roscosmos, merencanakan penerbangan lebih lama. Misi terakhir dilakukan oleh Scott Kelly dan Mikhail Kornienko di luar angkasa selama 340 hari, dari Maret 2015 hingga Maret 2016. Sementara misi terlama dilakukan oleh Christina Koch selama 328 hari karena adanya perpanjangan misi.
Di sisi lain, muncul diskusi tentang wisatawan luar angkasa yang mengunjungi ISS. Sehingga ada kemungkinan bagian ISS akan dijadikan sebagai salah satu destinasi antariksa.
Saat ini, NASA tengah berusaha untuk membuat stasiun luar angkasa lainnya yang akan mengorbit Bulan bernama Gateway.
Baca Juga: Eropa Ikut Andil Pembangunan Stasiun Luar Angkasa di Bulan
Berita Terkait
-
Mirip Jarak Jakarta-Cirebon, Astronot Pecahkan Rekor ke ISS Hanya 3 Jam
-
Stasiun Luar Angkasa Alami Kegagalan Pasokan Oksigen
-
Demi Pernikahan Puterinya, Komandan Astronot Tolak Terbang ke Antariksa
-
Toilet Antariksa Baru NASA Kini Lebih Mudah Digunakan Astronot Perempuan
-
NASA Gandeng SpaceX Akan Luncurkan 4 Astronot ke ISS Akhir Bulan
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
OPPO Reno15 Series: Selfie Ultra Wide 0,6x, Baterai 7.000mAh untuk Aktivitas Anak Muda Tanpa Batas
-
Hobi Lari dan Pakai Smartwatch? Kaspersky Ungkap Bahaya Tersembunyi Pelacak Kebugaran
-
Garmin Venu X1 French Gray Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch Tertipis 7,9 mm
-
Samsung Galaxy A07 5G Resmi Rilis di Indonesia: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6000mAh dan Fitur AI
-
7 HP Layar Super AMOLED dengan Kamera Ultrawide Paling Murah, Spek Kelas Atas
-
Ini Cara Efektif Lindungi Remaja Saat Akses Instagram, Facebook, dan Messenger
-
Amazon dan AWS Libatkan Lebih dari 400 Siswi Kenalkan AI, Coding, dan Gaming
-
HP Satukan HyperX dan OMEN, Hadirkan Ekosistem Gaming Terpadu dan Luncurkan HyperX OMEN 15
-
Bangun Ekosistem, Bukan Sekadar Produk: Strategi Sukses Tembus Global
-
5 Rekomendasi HP RAM 16 GB Murah dan Kamera Bagus untuk Multitasking