Perluasan industri tersebut dapat mendatangkan lebih banyak lapangan pekerjaan baru, meski jumlahnya kecil dibandingkan dengan 3,5 juta pekerjaan yang hilang selama pandemi.
Industri vaksin juga dapat membawa keuntungan ekonomi lainnya. Berdasarkan perjanjian kedua negara, Indonesia tidak hanya menjadi penyalur vaksin dari Cina untuk kawasan Asia Tenggara, namun juga berpartisipasi dalam proses produksi vaksin tersebut yang melibatkan bahan lokal. Artinya, Indonesia dapat menghemat devisa untuk impor vaksin.
Jika ingin mencapai kondisi kekebalan kelompok (herd immunity) dan menghentikan pandemi, Indonesia harus memvaksinasi setidaknya 50% dari populasinya.
Harga vaksin Sinovac dibanderol US$ 60 untuk dosis ganda vaksin atau dua kali suntik. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengeluarkan devisa impor setidaknya US$8,2 miliar untuk memvaksinasi 50% dari 273,5 juta penduduknya. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat nilai defisit perdagangan kita tahun lalu sebesar US$3,2 miliar.
Nilai tersebut hanyalah perkiraan awal. Biaya total sebenarnya mungkin lebih tinggi, tergantung pada tingkat efektivitas vaksin dan jenis vaksin (vaksin dosis tunggal atau dosis ganda). Jika efektivitas vaksin rendah, maka jumlah populasi yang perlu divaksinasi perlu lebih tinggi dari 50% untuk dapat mencapai kekebalan kelompok. Kemudian jika diperlukan vaksin dosis ganda, jumlah vaksin yang harus dibeli akan dikali dua.
Dengan memproduksi vaksin COVID-19 secara lokal, kebutuhan devisa impor dapat ditekan sehingga membantu memperbaiki neraca dagang kita. Indonesia ditargetkan memproduksi 250 juta dosis vaksin pada Desember 2021. Produksi tersebut melibatkan Sinovac sebagai penyedia vaksin, sedangkan Bio Farma Indonesia akan bertanggung jawab untuk pengemasan vaksin.
Jika Indonesia dapat menjual vaksin COVID-19 dengan unsur bahan lokal ke negara-negara Asia Tenggara lainnya, maka tentu saja produk vaksin tersebut akan menghasilkan pendapatan bagi Indonesia.
Tantangan
Ada beberapa tantangan besar yang harus diatasi sebelum Indonesia dapat memperoleh manfaat sebagai pusat produksi dan distribusi vaksin COVID-19 buatan Cina di Asia Tenggara.
Baca Juga: Ilmuwan Kembangkan Vaksin Covid-19 Bisa Picu Kekebalan 10 Kali Lebih Kuat
Pertama, ketidaksesuaian antara kapasitas produksi dalam negeri dan kebutuhan pasar di Asia Tenggara.
Saat ini Bio Farma memiliki kapasitas produksi 100 juta dosis vaksin dalam setahun. Perusahaan ini sedang berinvestasi sebesar US$ 88,6 juta untuk meningkatkan kapasitas produksinya hingga 250 juta dosis setahun pada 2021. Mengingat setiap orang akan membutuhkan setidaknya dua dosis, produksi vaksin tahunannya hanya akan cukup untuk 125 juta orang.
Bahkan dengan kapasitas yang telah ditingkatkan, Indonesia masih membutuhkan waktu beberapa tahun untuk memasok kebutuhan pasar domestik dan juga Asia Tenggara. Namun karena kebutuhan akan vaksin sangat mendesak, maka Indonesia akan segera meningkatkan kapasitas produksi industri vaksinnya.
Sejauh ini, kapasitas industri saat ini memang diprediksi tidak akan cukup untuk memproduksi vaksin COVID-19 hingga 2024.
Tantangan kedua adalah meningkatkan kandungan dalam negeri dalam produksi vaksin COVID-19. Jika indonesia hanya berkontribusi pada proses pengemasan, maka nilai tambah domestik yang diperoleh akan relatif kecil. Ke depan, Indonesia bisa memanfaatkan kerja sama dengan Cina dan mendapatkan transfer pengetahuan terkait produksi vaksin COVID-19.
Dengan dukungan dari Cina, pandemi ini dapat menjadi berkah bagi industri vaksin Indonesia untuk memasuki pasar Asia Tenggara.
Berita Terkait
-
Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global
-
Pengusaha Vaksin Dunia Kumpul di Bali, Bahas Strategi Jangka Panjang Industri Global
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?
-
Vaksin TBC Bill Gates Diuji di Indonesia: Aman atau Tidak? Ini Kata Istana
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
35 Kode Redeem FF Terbaru 5 Mei 2026: Jangan Kehabisan Skin SG2 Golden Glare
-
Pesaing POCO X8 Pro Max, iQOO 15T Bawa Chip Flagship dan Layar 144 Hz
-
69 Kode Redeem FF Max Terbaru 4 Mei 2026: Klaim Gloo Wall Rio dan Gintoki Bundle
-
Smartphone Xiaomi Apakah Tahan Air? Ini 6 HP dengan Sertifikat IP68 Termurah
-
Debut Bulan Ini, Lenovo Legion Y70 2026 Usung Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Jumbo
-
39 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 4 Mei 2026, Klaim Hadiah dan Manfaatkan Event TOTS
-
Update Samsung April 2026: Daftar HP Galaxy yang Dapat Patch Keamanan Terbaru, Ada Punya Kamu?
-
5 Studio Raksasa Bersaing Dapatkan Film Battlefield, Adaptasi Game Makin Populer
-
56 Kode Redeem FF Terbaru 4 Mei 2026, Klaim Gintoki Bundle dan Update Nerf Nikita
-
Diprediksi Mulai Rp7 Jutaan, Xiaomi Civi 6 Series Andalkan Chipset Kelas Atas