Suara.com - India akan membangun taman energi terbarukan, yang diklaim sebagai terbesar di dunia dan akan menghasilkan listrik sebesar 30 gigawatt.
Proyek besar di wilayah Kutch di negara bagian Gujarat barat itu dibangun di area seluas 72.600 hektar atau sekitar seluas Singapura, di mana akan berisi panel surya, unit penyimpanan energi surya, dan kincir angin.
"Taman energi terbarukan hibrida akan menjadi yang terbesar di dunia dan menghasilkan listrik sebesar 30.000 megawatt," kata Narendra Modi, Perdana Menteri India, seperti dikutip Science Alert, Jumat (18/12/2020).
Modi mengatakan bahwa keamanan energi dan air sangat penting di abad ke-21. Dua proyek besar taman energi terbarukan dan pabrik desalinasi yang diresmikan pada 15 Desember di Kutch merupakan upaya untuk mencapai hal itu.
Proyek energi terbarukan itu merupakan bagian dari target ambisius India untuk menghasilkan 175 GW pada 2022 dan 450 GW pada 2030.
Modi menambahkan bahwa proyek ini juga akan membantu negara terpadat kedua di dunia itu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 50 juta ton per tahun.
Sementara itu, pabrik desalinasi akan mampu mengolah 100 juta liter air sehari untuk 800.000 orang yang tinggal di wilayah gersang yang berbatasan dengan Pakistan.
Berita Terkait
-
Penampakan Depot Isi Ulang Air Galon di India, Tarifnya Rp 2 Ribu
-
Tarifnya Rp 2 Ribu per Galon, Begini Wujud Air Minum Isi Ulang di India
-
Kasus Perkosaan di India: Mencari Keadilan Bagi perempuan dari Kasta Rendah
-
19 Nelayan yang Ditangkap-Dipenjara di India Akhirnya Tiba di Aceh
-
Pulang dari Pasar, Istri Diperkosa 17 Pria Sambil Ditonton Suami
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Di Tengah Dolar AS Menguat, Retail Ini Punya Cara Bikin Harga Gadget Tetap Terjangkau
-
VistaTab 30 GT & 30 Pro, Tablet Praktis untuk Hiburan hingga Produktivitas Anak Muda
-
Aturan Baru Medsos Pakai Nomor HP Dinilai Bisa Tekan Hoaks dan Akun Anonim
-
Terpopuler: Laptop Alternatif Macbook Neo, Samsung Kembangkan HP Layar Gulung Futuristik
-
Realme Watch S5 Hadir dengan Layar AMOLED Mewah, Baterai Tahan 20 Hari
-
Redmi Note 17 Series Muncul di Database IMEI, Versi Tertinggi Bawa Baterai 10.000 mAh?
-
Meta Punya Fitur Baru, Perketat Akun Remaja Instagram, Konten Dewasa dan Bahasa Kasar Kini Dibatasi
-
Smart Classroom Berbasis AI Mulai Masuk Sekolah Indonesia, Pembelajaran Digital Makin Canggih
-
Chipset Huawei MatePad Pro Max Terungkap: SoC Flagship, Tantang iPad Pro
-
MacBook Pro Layar OLED Segera Masuk Produksi Massal, Pakai Chip Apple Anyar