Suara.com - Penelitian terbaru di Inggris menyebutkan bahwa obat antivirus yang diturunkan dari tumbuhan, mungkin sangat efektif melawan virus Corona (Covid-19) dan pandemi di masa depan.
Para peneliti di University of Nottingham menemukan bahwa thapsigargin antivirus spektrum luas tidak hanya sangat efektif melawan Covid-19, tetapi juga melawan virus Corona penyebab flu yang disebut virus pernapasan syncytial dan influenza A.
"Meskipun kami masih dalam tahap awal penelitian antivirus ini dan dampaknya terhadap bagaimana virus seperti Covid-19 dapat diobati, temuan ini sangat signifikan," kata Profesor Kin-Chow Chang, pemimpin penelitian bersama dengan timnya di Animal and Plant Health Agency, China Agricultural University, dan Pirbright Institute.
Profesor Chang menambahkan bahwa pandemi saat ini menyoroti kebutuhan akan antivirus yang efektif untuk mengobati infeksi aktif, serta vaksin untuk mencegah infeksi.
"Mengingat bahwa pandemi di masa depan kemungkinan besar berasal dari hewan, di mana hewan ke manusia dan penyebaran zoonosis balik (manusia ke hewan) terjadi, generasi baru antivirus seperti thapsigargin dapat memainkan peran kunci dalam pengendalian dan pengobatan infeksi virus pada manusia dan hewan," tambah Chang.
Para ilmuwan menemukan bahwa antivirus dalam dosis kecil memicu tanggapan kekebalan yang sangat efektif terhadap tiga jenis utama virus pernapasan manusia, termasuk Covid-19.
Dilansir dari New York Post, Kamis (4/2/2021), thapsigargin disebut efektif melawan infeksi virus bila digunakan sebelum atau selama infeksi aktif.
Menurut penelitian tersebut, thapsigargin mampu mencegah virus membuat salinan baru di dalam sel setidaknya selama 48 jam setelah paparan tunggal selama 30 menit.
Walau begitu, Chang mengatakan, pengujian lebih lanjut harus dilakukan dan temuan saat ini menunjukkan bahwa thapsigargin dan turunannya menjanjikan pengobatan antivirus terhadap Covid-19 serta virus influenza.
Baca Juga: Ukuran Samudra Atlantik Makin Luas, Begini Penjelasannya
Berita Terkait
-
Ahli Biokimia Pencipta Zat Beracun Novichok, Klaim Temukan Obat Covid-19
-
Ekstrak Ganja Diklaim Dapat Kurangi Risiko Kematian Covid-19
-
Ilmuwan Temukan Planet Super Earth, Mengorbit Bintang Tertua di Bimasakti
-
Bukan Sampah, Justru Ini Penyumbang Mikroplastik Terbesar di Kutub Utara
-
Ilmuwan Klaim Bakteri dalam Usus Ini Dapat Lawan Infeksi Covid-19
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
5 Cara Menghidupkan dan Mematikan Layar HP Xiaomi Tanpa Tombol
-
33 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Februari 2026, Siap Sambut Event Capped Legends
-
Trailer Forza Horizon 6 'Bioma' Pamerkan Lanskap Jepang yang Spektakuler
-
Xiaomi Watch 5 Segera Hadir: Usung Wear OS Terbaru, Play Store Terpasang
-
Poster Beredar, Redmi Buds 8 Pro Siap Hadir ke Pasar Global Bersama HP Flagship
-
4 Rekomendasi Smartwatch Anak dengan GPS untuk Keamanan Buah Hati
-
6 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah Februari 2026, Performa Cepat untuk Pengguna Aktif
-
WhatsApp Siapkan Fitur Pesan Terjadwal di iPhone, Akhirnya Tak Perlu Begadang Kirim Chat
-
7 HP Hemat Baterai dan RAM Besar yang Aman Dibawa Mudik Lebaran 2026
-
Mengapa HP Xiaomi Global Baterainya Lebih Kecil dari Versi China? Ini Alasan Sebenarnya