Suara.com - Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan kredibilitas pada klaim Beijing bahwa pandemi Covid-19 mungkin telah dimulai di luar China dan dibawa ke Wuhan melalui impor makanan beku.
Sebuah tim yang terdiri dari 14 ilmuwan yang menyelidiki asal usul pandemi, menyelesaikan misi pencarian fakta selama sebulan.
MerePara ilmuwan mendukung pernyataan Partai Komunis bahwa 'produk makanan beku' seperti daging sapi Australia, dapat menjadi penyebab wabah.
Peter Embarek, pemimpin tim WHO, mengatakan studi lebih lanjut harus dilakukan untuk mengetahui apakah virus itu diimpor ke negara itu.
Kemungkinan pada daging beku yang dijual di pasar Makanan Laut Huanan di Wuhan tempat kelompok kasus pertama terdeteksi pada Desember 2019.
Peneliti WHO juga mengesampingkan kemungkinan virus bocor dari laboratorium, menyebutnya 'sangat tidak mungkin' dan menyatakan tidak ada penelitian lebih lanjut yang harus dilakukan terhadap teori tersebut.
"Wabah sporadis yang meningkat di China, ditemukan terkait dengan produk rantai dingin impor, dengan bagian lain dunia, termasuk Eropa dan benua Amerika, dilaporkan menemukan tanda-tanda virus corona lebih awal dari Wuhan," tulis sebuah artikel di The Global dilansir laman Dailymail, Rabu (10/2/2021).
Hal ini menimbukan hipotesis baru. Apakah wabah awal di Wuhan berasal dari makanan beku impor?
Pejabat China juga menuding sejumlah negara lain termasuk Bangladesh, AS, Yunani, India, Italia, Republik Ceko, Rusia, dan Serbia.
Baca Juga: Gegara Selamatkan Koala, Tabrakan Beruntun Enam Mobil Terjadi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa penelusuran asal virus kemungkinan besar akan melibatkan banyak negara dan daerah.
WHO sebelumnya mendapat kecaman dari para pemimpin dunia termasuk mantan Presiden AS Trump karena menjadi 'China-sentris' dan secara tidak kritis meniru propaganda Beijing.
Dr Tedros, kepala WHO, juga mendapat kritik keras atas pujiannya terhadap China selama tahap awal wabah, meskipun ada keraguan kuat tentang data yang berasal dari Beijing dan sejarah masa lalu menutupi potensi pandemi.
Menguraikan temuan perjalanan studi selama sebulan timnya, Dr Embarek mengatakan tim telah gagal menentukan dari mana virus itu berasal atau bagaimana pertama kali masuk ke manusia.
Sebaliknya, dia mengatakan, tim tersebut telah menemukan empat teori tentang asal-usulnya.
Dia mengatakan, penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa virus berpindah dari hewan inang aslinya ke hewan perantara yang melakukan kontak dekat dengan manusia, sebelum melompat ke manusia.
Berita Terkait
-
Banyak Keluhan Konsumen, China Kirim Teguran ke Tesla
-
Dilanda Pandemi Covid-19, Angka Kelahiran di China Turun Drastis
-
Pertama Kali di 2021, China Laporkan Nol Kasus COVID-19 Penularan Lokal
-
Guru Merasa Tak Bersalah Goda dan Ajak Siswanya Berhubungan Badan
-
Ingin Hongkong Pisah dari China, Penyiar Radio Ditangkap
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Terpopuler: 5 HP 5G Memori 512 GB Paling Murah, Pemilk The Economist yang Kritik Prabowo
-
Oppo Reno 16 Series Debut di China 26 Mei 2026, Lanjut Masuk ke Pasar Global
-
Pakai Chip Snapdragon X2, Laptop Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 Terbaru Tahan 33 Jam
-
iQOO Z11 dan Z11 Lite Bersiap ke Indonesia: Kombinasikan Chip Snapdragon serta Dimensity
-
Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini
-
Moto Buds 2 Bersiap ke Pasar Asia, Bawa Baterai Tahan Lama dan Fitur ANC
-
The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli
-
Tebus Kesalahan, Devil May Cry Season 2 Dapat Sambutan Positif di Netflix
-
Sony Siapkan Headphone Premium: Pesaing AirPods Max, Harga Diprediksi Tembus Rp11 juta
-
5 HP Honor RAM Besar Termurah, Kuat untuk Multitasking Berat Mulai Rp2 Jutaan