Suara.com - Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Geryantika Kurnia menyebutkan kehadiran TV digital yang kini tengah dipersiapkan oleh pemerintah tidak akan menyaingi jasa TV kabel atau TV berbayar karena jenis layanan dari masing-masing televisi itu berbeda.
“Saya ingin meluruskan bahwa TV digital itu bukan layanan streaming, bukan juga lewat satelit. TV digital itu ya layanan TV biasa yang free to air, bisa diterima masyarakat luas,” kata Gery dalam Webinar Seluk Beluk Penyiaran di Indonesia, Rabu (32/3/2021).
Selain jenis layanan berbeda, tentu pangsa pasar baik dari TV digital, TV kabel, atau pun TV yang mengandalkan pancaran satelit pun berbeda sehingga sebenarnya para pelaku di industri TV itu bisa saling melengkapi.
“TV kabel atau yang berbayar itu ada pangsa pasarnya sendiri, begitu pun yang satelit. Mereka jugstru akan saling melengkapi dengan adanya layanan free to air ini,” ujar Gery.
Seperti diketahui, 2 November 2022 merupakan target Indonesia dapat sepenuhnya bermigrasi dari siaran TV analog ke TV digital atau dikenal dengan istilah Analog Switch Off (ASO).
Migrasi itu dilakukan agar terjadi efisiensi frekuensi yang memungkinkan semakin banyak kelahiran stasiun-stasiun TV baru hingga menyediakan frekuensi untuk layanan jaringan internet 5G yang digadang-gadang dalam program percepatan transformasi digital Indonesia.
Gery menyebutkan beberapa keuntungan yang didapatkan masyarakat dari layanan televisi digital di antaranya mendapatkan kualitas gambar dan suara yang lebih jernih, mendapatkan lebih banyak pilihan tontonan yang lebih tersegmentasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Selanjutnya menghadirkan siaran yang interaktif hingga menghadirkan layanan ‘Early Warning System’ atau peringatan kebencanaan dini yang selama ini belum ada di Indonesia.
“Hal- hal itu yang belum bisa kita dapatkan di analog, bisa kita wujudkan di TV digital,” kata Gery. [Antara]
Baca Juga: Kominfo Gencarkan Patroli Siber, Sisir Konten Terkait Teror Bom Makassar
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Apakah Smart TV Perlu STB? Ini 5 Rekomendasi TV Digital yang Murah tapi Berkualitas
-
Mending TV Digital atau Smart TV? Ini 5 Pilihan TV Murah dan Hemat Listrik
-
7 Rekomendasi TV Digital 32 Inch Watt Rendah Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga
-
Perusahaan TV Kabel Sky Fokus Streaming, Ratusan Karyawan Jadi Korban
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
35 Prompt AI Siap Pakai untuk Bikin Poster Iduladha 2026 yang Estetik dan Menarik
-
6 HP Murah Paling Laris 2026 di Indonesia: Baterai Jumbo, Layar Lega
-
5 HP Rp3 Jutaan Terbaik Keluaran 2026, Spesifikasi Gahar untuk Multitasking dan Hiburan
-
15 HP Samsung Terbaru 2026, Mulai Rp1 Jutaan hingga Midrange
-
22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 25 Mei 2026: Bocor Exchange UTOTS dan Klaim Koin Jutaan
-
39 Kode Redeem FF Terbaru 25 Mei 2026: Ada Spesial FFWS Berhadiah, MP40 Cobra Cuma-cuma
-
Paris Jadi Tuan Rumah Esports World Cup 2026
-
5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
-
Update Harga Samsung Galaxy S Series Terbaru, Mana Flagship Paling Worth It?
-
Terpopuler: Harga Flagship Xiaomi, 4 HP Terbaru Rp2 Jutaan Spek Kamera dan Baterai Mantap