Suara.com - NASA telah menyelesaikan perakitan megaroket Space Launch System (SLS) senilai 18,6 miliar dolar AS.
Megaroket ini akan meluncurkan astronot kembali ke Bulan selama dekade mendatang.
SLS akan diluncurkan pertama kalinya pada November mendatang, mengirimkan kapsul Orion tanpa awak di sekitar Bulan sebagai bagian dari misi Artemis pertama.
Para insinyur di Kennedy Space Center Florida telah menurunkan panggung inti setinggi 64,6 meter di antara dua booster roket.
Tim ahli harus menggunakan derek khusus untuk mengangkat tahap inti seberat 85.275 kg di antara booster roket.
Tahap inti tersebut dapat memberikan lebih dari dua juta pon daya pendorong saat peluncuran dilakukan.
Bersama dengan dua booster roket, SLS akan memberikan daya dorong lebih dari 8,8 juta pon untuk meluncurkan misi Artemis-1 NASA ke Bulan.
Misi Artemis-1 mencakup uji terbang pertama kapsul Orion yang nantinya akan digunakan untuk mengangkut astronot ke orbit Bulan sebelum mendarat.
Tahap ini sudah terpasang dengan booster, selanjutnya NASA akan mengintegrasikan elemen lain dari roket yang diperlukan untuk memulai pengujian kesiapan peluncuran.
Baca Juga: Penjelajah NASA Mulai Cari Tanda dan Kumpulkan Kehidupan Kuno di Mars
Dilansir dari Daily Mail, Selasa (15/6/2021), pengujian ini diperlukan sebelum kapsul Orion dapat ditambahkan dan kendaraan dipindahkan ke landasan peluncuran.
NASA berambisi mendaratkan astronot perempuan pertama di Bulan dan membangun eksplorasi berkelanjutkan.
SLS dan pesawat luar angkasa Orion serta stasiun Gateway yang akan mengorbit Bulan adalah tulang punggung NASA untuk eksplorasi Bulan.
Nantinya, astronot yang diluncurkan menggunakan Orion atas pendorong SLS akan mencapai orbit Bulan. Sebelum mendarat di permukaan Bulan, astronot bisa berlabuh di Gateway.
Selain mengirim Orion dan astronot, SLS juga akan mengirim pasokan ke Bulan dalam satu misi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian